Status EM Aman, Analis Sebut IDX Kian Dekat ke Hari Pembebasan MSCI
:
0
Logo MSCI Inc. Foto: Istimewa.
EmitenNews.com - Peluang Indonesia mempertahankan status sebagai negara Emerging Market (EM) dalam tinjauan tahunan penyedia indeks MSCI Inc. dinilai semakin besar. Mirae Asset Sekuritas Indonesia menyebut Indonesia kini semakin dekat menuju “Liberation Day” atau hari pembebasan dari kekhawatiran degradasi status pasar.
Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Wilbert Arifin, mengatakan hasil MSCI Global Market Accessibility Review yang dirilis per Jumat (19/6/2026) tidak menghadirkan kejutan negatif berarti bagi Indonesia. Dari 18 indikator aksesibilitas pasar yang dievaluasi, hanya satu indikator yang mengalami perubahan.
"Hasil tinjauan (MSCI) market accessibility tidak menghadirkan kejutan negatif bagi Indonesia,” tulis Wilbert dalam riset MSCI Update - Getting Closer to Liberation Day, Kamis (18/6/2026).
Menurut Wilbert, MSCI memang menurunkan penilaian pada aspek Information Flow satu tingkat lebih rendah. Penurunan itu berkaitan dengan isu transparansi kepemilikan saham dan dugaan perdagangan terkoordinasi (coordinated trading). Namun, isu tersebut sebenarnya sudah menjadi perhatian sejak awal tahun dan masih sesuai ekspektasi pelaku pasar.
“Tidak adanya penurunan yang lebih luas justru menjadi sinyal yang lebih penting untuk dicermati,” lanjut Wilbert.
Mirae menilai kekhawatiran sebagian pelaku pasar mengenai kemungkinan Indonesia diturunkan ke kategori Frontier Market cenderung berlebihan. Meski bobot Indonesia di indeks MSCI turun signifikan sepanjang tahun ini dan isu aksesibilitas pasar kembali disorot, Indonesia masih memperoleh penilaian tertinggi untuk aspek kepemilikan asing.
Dalam laporannya, Wilbert menyebut skor Indonesia bahkan lebih baik dibandingkan sejumlah pasar besar seperti China dan India pada indikator tersebut. Selain itu, reformasi transparansi yang sedang dijalankan regulator dan Self Regulatory Organization (SRO) juga mulai terlihat dampaknya dalam proses rebalancing MSCI Mei 2026.
“Kami memperkirakan Indonesia akan tetap mempertahankan status sebagai pasar berkembang (Emerging Market),” tegas Wilbert.
Mirae memperkirakan tinjauan klasifikasi MSCI pada 24 Juni 2026 akan mengonfirmasi posisi Indonesia tetap berada di kelompok Emerging Market. Jika skenario tersebut terwujud, pasar diyakini memperoleh katalis positif karena salah satu ketidakpastian terbesar yang selama ini membayangi pasar saham Indonesia akan hilang.
“Hasil yang positif akan menghilangkan salah satu faktor ketidakpastian terbesar yang membebani pasar dan membuka peluang pemulihan yang lebih berkelanjutan,” tulis Wilbert.
Related News
IHSG Naik Tipis 0,3 Persen ke 6.190 Usai Reviu MSCI & Tekanan BI Rate
Indonesia Ajeg di Emerging Market, Saham Ini Berpotensi Melesat
Usai Review MSCI, IHSG Diramal Bergerak di 6.100 hingga 6.250
Turis Asing Banyak Gunakan QRIS, Pantas Tumbuh Sampai 95 Persen
Hasil Review MSCI, Saham-saham ini Siap Meledak
Presiden: Himbara Jangan Cuma Kejar Untung!





