Strategi TRIS Pacu Penjualan Ekspor Tembus 60 Persen, Laba Terkerek
:
0
Pabrik PT Trisula International Tbk (TRIS)
EmitenNews.com - Emiten tekstil dan garmen, PT Trisula International Tbk (TRIS) membukukan laba bersih Rp57,9 miliar pada semester I 2026, melampaui ekspektasi dengan pertumbuhan 12,2% secara tahunan. Pertumbuhan laba ditopang penjualan yang mencapai Rp889,6 miliar atau tumbuh 15,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Capaian ini menegaskan posisi TRIS sebagai salah satu pemain tekstil dan garmen yang tangguh di tengah tantangan industri tekstil saat ini. Pendorong utama dari pertumbuhan ini adalah pasar ekspor yang melonjak signifikan," ujar Direktur Utama TRIS, Widjaya Djohan, Rabu (5/8/2026).
Sepanjang semester pertama 2026, TRIS mencatatkan nilai ekspor sebesar Rp530,5 miliar, meningkat 20,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp440,8 miliar.
Dengan capaian tersebut, pasar ekspor kini berkontribusi sebesar 60% terhadap total penjualan Perseroan. Sementara pasar domestik berkontribusi dengan nilai penjualanhanya Rp359,1 miliar.
Ia mengatakan, di tengah dinamika geopolitik global, perseroan berhasil menjaga ketahanan kinerja ekspor berkat diversifikasi pasar ekspor dan memaksimalkan perjanjian dagang yang dimiliki pemerintah Indonesia, sehingga permintaan tetap stabil dan basis pasar terus meluas.
"TRIS bisa memenuhi pesanan dari segmen pelanggan yang menekankan konsistensi kualitas, fleksibilitas produksi, serta kemampuan multi-skill dalam proses manufaktur,” ujarnya.
Strategi Pendekatan Bisnis
Pada periode ini, keberhasilan TRIS mempertahankan kinerja yang solid tidak terlepas dari pendekatan bisnis yang berbeda dibandingkan pemain tekstil lain.
Alih-alih mengandalkan pesanan massal, TRIS justru menawarkan fleksibilitas dengan kemampuan memproduksi sesuai kebutuhan spesifik pelanggan, bahkan untuk tingkat kesulitan tertentu.
"Fleksibilitas dan kustomisasi inilah yang menjadi pembeda utama, karena TRIS mampu menciptakan produk dengan karakteristik, fungsi, dan keunikan tersendiri tanpa mengorbankan kualitas tinggi yang menjadi ciri khas Perseroan," imbuhnya.
Related News
Beban Bengkak, BNI (BBNI) Masih Untung 6,56 Persen di Semester I-2026
MLIA Cetak Rugi di Semester I 2026, Beban Membengkak
ALKA-AGAR Pasien Baru HSC, Simak Daftar Lengkapnya
Gembok Dilepas, Saham Ini Lanjutkan Penguatan 100 Persen dalam Sepekan
Medio 2026, Kinerja Emiten Boy Thohir (PALM) Bikin Merinding
BIPI Berbalik Laba 144,84 Persen, Saham Meledak Sejak Awal 2026





