EmitenNews.com - PT Bumi Resources (BUMI) akan menggelar rapat akbar pada 29 Juli 2022. Salah satu agenda krusial penting adalah meminta restu private placement. Berdasar skenario, RUPS dan RUPSLB itu digeber pukul 14.30 WIB di Hotel JS Luwansa, Jakarta.


Persetujuan rencana private placement untuk perbaikan posisi keuangan sebagaimana Pasal 3(a) Peraturan OJK No. 14/POJK.04/2019 tentang perubahan atas peraturan OJK No. 32/POJK.04/2015 tentang penambahan modal perusahaan terbuka dengan memberikan HMETD.


Sebelumnya, Bumi Resources berencana melakukan private placement maksimal 13,20 miliar saham seri C dengan nominal Rp50 per lembar. Angka itu 10,25 persen dari modal ditempatkan dan modal disetor perseroan. ”Private placement untuk mengonversi kewajiban perseroan menjadi ekuitas akan memperbaiki rasio likuiditas, dan solvabilitas perseroan,” tulis Direktur dan Sekretaris Perusahaan Bumi Resources Dileep Srivastava.


Private Placement juga untuk penuntasan kewajiban perseroan kepada Innovate Capital Pte. Ltd. Itu seiring koleksi utang perseroan kepada Innovate Capital Pte. Ltd. senilai Rp1,01 triliun, Innovate Capital Pte. Ltd. telah meminta agar utang tersebut disegerakan.


Mengingat kondisi keuangan terkini, Bumi Resources dan Innovate Capital Pte. Ltd. sepakat menuntaskan kewajiban itu, melalui konversi utang menjadi saham dengan harga konversi Rp76,59 per saham seri C, berdasar perjanjian penyelesaian utang pada 20 Juni 2022. Innovate Capital Pte. Ltd. bukan pihak yang terafiliasi dengan perseroan.


Berdasar perjanjian penyelesaian utang, pelaksanaan konversi utang menjadi saham melalui private placement dengan tunduk pada syarat, dan kondisi antara lain melalui persetujuan dari para pemegang saham dalam RUPSLB. (*)