SULI Keteteran Biayai Operasional Efek Revenue Anjlok, Sahamnya Ambles
:
0
PT SLJ Global Tbk (SULI)
EmitenNews.com - Emiten kayu lapis, PT SLJ Global Tbk (SULI) mengakui tengah menghadapi tekanan likuiditas setelah penurunan pendapatan yang terjadi secara beruntun dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut membuat arus kas operasional Perseroan tertekan hingga kesulitan mendanai kegiatan usaha sehari-hari.
Dalam surat penjelasan atas permintaan tanggapan dari Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen SULI mengungkapkan bahwa pendapatan Perseroan terus merosot sejak 2023 hingga kuartal I-2026.
"Kondisi ini menyebabkan perusahaan kesulitan mendanai kegiatan operasional, membayar pokok dan bunga pinjaman yang akan jatuh tempo serta meningkatkan penjualan," tulis manajemen Perseroan, Rabu (3/6/2026).
Berdasarkan data yang disampaikan, penjualan SULI turun tajam dari USD58,87 juta pada 2022 menjadi USD15,5 juta pada 2023 atau merosot sekitar 74%.
Kondisi tersebut berlanjut pada 2024 ketika pendapatan kembali anjlok hingga 98% menjadi hanya USD1,29 juta. Sementara pada 2025, penjualan tercatat sebesar USD16,4 juta.
Tekanan semakin terasa pada awal tahun ini. Hingga kuartal I-2026, pendapatan Perseroan hanya mencapai USD3,04 juta atau turun sekitar 95% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Seiring penurunan kinerja tersebut, arus kas dari aktivitas operasi juga berbalik negatif. Pada kuartal I-2026, SULI mencatat arus kas operasional minus USD1,4 juta.
Perseroan menjelaskan rugi bersih yang masih terjadi dipengaruhi tidak tercapainya target volume produksi dan penjualan akibat keterbatasan modal kerja. Di sisi lain, beban operasional belum dapat ditekan secara proporsional mengikuti penurunan pendapatan.
Untuk memperbaiki kondisi likuiditas, manajemen saat ini tengah menjajaki tambahan pendanaan baik dari lembaga perbankan maupun non-perbankan. Perseroan juga melakukan pengelolaan kas yang lebih ketat guna mengurangi tekanan terhadap arus kas.
Konversi Utang dengan Saham
Related News
ASRI Tebar Dividen Mini, Cek Jadwalnya
Grup Barito hingga Agung Sedayu Dorong Naiknya IHSG, Tembus Level 6000
Berbalik Boncos, BIPI Alami Defisit USD192,9 Juta
PTBA Jadwal Dividen Jumbo, Cum Date 22 Juni 2026
Piala Dunia 2026 Untungkan WIFI, dan IRSX, Kenapa?
BYAN Tabur Dividen 65 Persen Laba, Cum Date 19 Juni





