EmitenNews.com - PT Pertamina EP Asset 2 yang berada di bawah PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 berhasil mencatatkan temuan produksi baru dari sumur pengembangan LBK-030 di Struktur Lembak Kemang Tapus (LKT) Field Prabumulih, Sumatera Selatan.

Djoko Siswanto Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), dikutip dari Dunia Energi hari ini mengatakan sumur tersebut telah berhasil diuji produksi dengan hasil sementara mencapai 3.073 barel minyak per hari (BOPD) dan gas sebesar 1,65 MMSCFD secara natural flow pada kondisi open flow.

“PT Pertamina EP Asset 2 (PT PHR Zona 4) telah melakukan tajak sumur pengeboran Lembak Kemang Tapus (LKT)-24 menjadi sumur pengembangan LBK-030 pada 07 April 2026 dan per tanggal 09 Mei 2026 telah berhasil melakukan uji produksi dengan hasil sementara untuk minyak mencapai 3.073 BOPD dan gas 1,65 MMSCFD secara natural flow pada open flow,” kata Djoko dalam keterangannya kepada Dunia Energi, Senin (11/5).

Ia menjelaskan, produksi sumur tersebut berasal dari lapisan Layer eksisting TAF-F. Lokasi pengeboran berada di Struktur Lembak Kemang Tapus Field Prabumulih, di sebelah timur laut Kota Prabumulih, Sumatera Selatan.

Menurut Djoko, keberhasilan pengeboran dan uji produksi sumur LBK-030 menjadi salah satu upaya industri hulu migas dalam menjaga tingkat produksi nasional di tengah tantangan natural decline lapangan migas tua.

Sumur LBK-030 dibor secara directional drilling menggunakan Rig PDSI #29.3/D1500E hingga mencapai kedalaman akhir 2.300 meter measured depth (mMD) atau 2.128 meter true vertical depth (mTVD).

“Sumur ini dibor secara directional menggunakan Rig PDSI #29.3/D1500E hingga kedalaman akhir di 2300 mMD/2128 mTVD dalam total waktu 33 hari untuk fase pengeboran dan uji produksi hingga tanggal 09 Mei 2026,” ujar Djoko.

Selain capaian produksi, aspek keselamatan kerja juga menjadi perhatian utama selama operasi berlangsung. Hingga proses pengeboran dan pengujian produksi selesai, operasi di sumur LBK-030 tercatat mencapai 42.168 jam kerja tanpa kecelakaan.

“Pelaksanaan operasi di Sumur LBK-030 (LKT-24) telah tercatat jam kerja tanpa kecelakaan sebesar 42.168 jam sejak pertama kali ditajak tersebut, yang selalu mengutamakan komitmen terhadap aspek HSSE dan operational excellent,” ungkap Djoko.(*)