Suryamas Dutamakmur Bantah Borong Saham SMDM Sebelum Rilis Akuisisi
:
0
Manajemen PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) ketika menggelar paparan publik insidentil.
EmitenNews.com - Emiten pengelola Rancamaya Golf Resort, PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) menyampaikan bahwa tidak melakukan pembelian saham perseroan sebelum pengumuman resmi rencana akuisisi oleh Grup Sinarmas.
“Tidak ada Direksi maupun komisaris SMDM yang membeli saham perseroan sebelum pengumuman resmi akuisisi,” jelas Sekretaris Perusahaan SMDM, Hendri Soma Dinata dalam paparan publik insidentil secara virtual, Kamis (8/8).
Seperti diketahui saham SMDM belakangan ini marak ditransaksikan sehingga terjadi lonjakan harga maupun volume saham yang akan diakuisisi sebelum pengumuman resmi.
Saham SMDM bergerak naik sejak tanggal 23 Juli 2024 dengan dibuka pada level 202 dan ditutup level 210. Tren itu berlanjut hingga menyentuh level 370 per lembar pada penutupan bursa tanggal 5 Agustus 2024.
Dengan demikian, SMDM telah naik 83,1 persen dalam 8 hari bursa.
Sedangkan pengumuman resmi rencana akuisisi baru keluar pada tanggal 1 Agustus 2024.
Sebelumnya Direktur BSDE, Hermawan Wijaya menjelaskan, perseroan telah meneken perjanjian pembelian saham bersyarat dengan pemilik SMDM pada tangga 31 Juli 2024.
“Setelah penyelesaian transaksi pengambilalihan maka selaku pengendali baru perseroan akan melaksanakan penawaran tender wajib sesuai dengan ketentuan OJK,” tulis Hermawan dalam keterangan resmi, Kamis 1 Agustus 2024.
Pasca pengumuman akuisisi, OJK melakukan pemeriksaan terhadap para pelaku transaksi pada sebelum adanya pengumuman rencana akuisisi pada emiten SMDM.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi menegaskan selalu melakukan pengawasan pola transaksi saham-saham yang terindikasi tidak wajar dengan melakukan pendekatan secara melekat.
Related News
SMAR Tetapkan Dividen Interim Rp1,4 Triliun, Cair Akhir November!
Penjualan Ekspor Moncer, DSFI Cetak Laba Melonjak 51 Persen di Q3 2026
GDK Siap Serap Saham Buyback DGIK hingga Akhir Desember 2026
Fundamental Membaik, Mengapa Saham GOTO Masih Tertekan?
Premi Tumbuh 49,7%, Oona Indonesia Masuk Top 7 Perusahaan Asuransi
Holding Jasa Keuangan Grup Salim Serap 13,8 Juta Saham Baru BINA





