Susul Wall Street, IHSG Cenderung Koreksi
:
0
Suasana main hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEW
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street ditutup melemah. Itu seiring lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah setelah The Fed di bawah kepemimpinan gubernur baru Kevin Warsh mengindikasikan untuk menaikkan suku bunga acuan untuk meredam inflasi. Mengakhiri pertemuan selama dua hari, The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di level 3,75 persen.
Sementara itu, berdasar angka median dari proyeksi komite bank sentral Amerika Serikat (AS) untuk suku bunga acuan akhir 2026, saat ini naik menjadi 3,8 persen dari proyeksi sebelumnya pada Maret di 3,4 persen, mengindikasikan setidaknya akan ada kenaikan suku bunga acuan sebanyak satu kali.
Sejalan kenaikan imbal hasil obligasi, saham teknologi berkapitalisasi besar kompak melemah. Microsoft anjlok 3,79 persen, Meta Platforms drop 5,44 persen, Google melorot 2,53 persen, Amazon menukik 3,46 persen, dan SpaceX terpangkas 4,95 persen. Koreksi Wall Street, aksi jual investor asing, dan depresiasi rupiah diprediksi menjadi sentimen negatif pasar.
Di sisi lain, lonjakan harga beberapa komoditas berpeluang menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). Selain itu, investor juga akan menunggu keputusan suku bunga acuan menurut konsensus akan kembali dinaikan 25 bps menjadi 5,75 persen.
So, IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 6.110-6.000, dan resistance 6.330-6.445. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham Bank BRI (BBRI), Telkom (?TLKM), Mayora (?MYOR), Hartadinata (?HRTA), Alamtri (?ADRO), dan Timah (?TINS). (*)
Related News
Siapakah 48 Jawara dari 11 Sektor BEI di EmitenNews Awards 2026?
Gala VVIP EmitenNews Awards 2026 Dipandu Eksklusif Daniel Mananta
Risiko Gagal Bayar Rendah, Fitch Beri Rating 'AAA' Danantara
Dow Jones Anjlok, IHSG Siap Rebound
IHSG Terancam Bearish, Memangnya Kenapa?
MagangHub Batch 2 Dimulai Hari Ini, Cek Kontak Aktif





