EmitenNews.com - Percayalah, tidak ada istilah 'over imunisasi' untuk vaksin campak. Malah, pemberian ulang dapat membantu meningkatkan perlindungan tubuh. Jadi, di tengah meningkatnya kasus campak, singkirkanlah kekhawatiran soal vaksin yang diberikan lebih dari sekali. Termasuk pada orang dewasa yang merasa sudah pernah imunisasi saat kecil.

Dalam keterangannya yang dikutip Senin (27/4/2026), Ketua Satuan Tugas (Satgas) Imunisasi Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Hartono Gunardi, menyampaikan bahwa imunisasi ulang aman dilakukan.

"Justru dengan imunisasi ulang, lebih baik karena imunitas yang sudah terbentuk dari vaksin sebelumnya bisa meningkat kembali sehingga jadi lebih baik," ujar Hartono Gunardi dalam acara Temu Jurnalis Pekan Imunisasi Dunia 2026 di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Dalam program pemerintah, vaksin campak diberikan dalam bentuk vaksin MR (measles-rubella). Satu dosis vaksin memberikan perlindungan sekitar 85 persen, sedangkan dua dosis bisa meningkatkan perlindungan hingga sekitar 97 persen.

Dari situ diketahui bahwa imunisasi bukan hanya soal pernah atau tidak, tetapi juga soal kelengkapan dosis.

Menurut Hartono, 1 dari 20 anak yang terkena campak berisiko mengalami radang paru (pneumonia), salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian pada anak balita. Kata dia, Campak ini bukan hanya menyebabkan sakit biasa. Komplikasinya bisa berat, seperti radang paru hingga radang otak.

Nah, di tengah tingginya kasus, cakupan imunisasi di Indonesia masih menjadi tantangan.Bukan apa-apa, sekitar 2,8 juta anak di Indonesia belum mendapatkan imunisasi lengkap.Padahal, imunisasi menjadi langkah paling efektif untuk mencegah penularan dan menekan angka kasus campak.

"Oleh karena itu, pemerintah terus menganjurkan imunisasi dasar lengkap," ujar Hartono.

Imunisasi campak tidak hanya relevan untuk anak-anak. Vaksinasi ulang untuk orang dewasa bisa dipertimbangkan

Satu hal lagi, imunisasi campak tidak hanya relevan untuk anak-anak. Pada orang dewasa, vaksinasi ulang bisa dipertimbangkan, terutama jika status imunisasi tidak jelas atau belum lengkap. Jadi, kalau tidak yakin sudah pernah imunisasi atau belum lengkap, lebih baik diimunisasi.