Tambah Free Float, Pengendali WINR Lego 56,5 Juta Eksemplar
:
0
Salah satu kawasan industri di wilayah Jabodetabek. FOTO - Dok WINR
EmitenNews.com - Pemenang Nusantara Internasional (PNI) mengurai kepemilikan saham Winner Nusantara Jaya (WINR). Itu dilakukan dengan melego 56.502.200 helai alias 56,5 juta eksemplar. Transaksi pengurangan saham tersebut telah ditahbiskan pada 29 Juni 2026.
Transaksi divestasi sang pengendali tersebut dengan tujuan menambah free float tersebut dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama, PNI melepas 1,5 juta saham dengan harga Rp19 per lembar senilai Rp28,55 juta. Lalu, tahap kedua, PNI menjual 55 juta eksemplar.
Pelepasan saham sebanyak itu, terjadi dengan harga pelaksanaan Rp18 per helai sejumlah Rp990 juta. Menyusul dengan penuntasan transaksi itu, PNI mendapat dana senilai Rp1,02 miliar. Sebagai konsekuensi, tabulasi WINR dalam kantong PNI mengalami penciutan.
Tepatnya, menjadi 2,87 miliar eksemplar alias setara dengan porsi kepemilikan 55,01 persen. Susut 1,08 persen dari periode sebbelum transaksi dengan koleksi 2,93 miliar saham atau 56,09 persen. ”Transaksi untuk menambah free float,” tegas manajemen WINR.
Per 29 Mei 2026, jumlah saham free float WINR 2,16 miliar lembar setara dengan 41,28 persen. Melejit 2,92 persen dari episode sebelum transaksi dengan koleksi 2 miliar saham alias 38,31 persen. Namun, jumlah pemegang saham nasabah pemilik SID justru berkurang 112 pihak.
Yaitu, tepatnya menjadi 18.045 pihak dari bulan sebelumnya sebanyak 18.157 pihak. Pemilik manfaat akhir Winner Nusantara Jaya tidak lain adalah Liu Yut Men dengan porsi kepemilikan saham 0,091 persen. (*)
Related News
BTN Bukukan Laba Bersih Konsolidasi Rp2,51T, Melesat Hampir 40 Persen
Kembali Kurangi Porsi, Putrasakti Kini Hanya Kuasai 34,24% Saham KDTN
Jadi Preskom, Sandiaga Uno Lihat Ini Prospek Mutuagung Lestari (MUTU)
7 September BUMN Baja (KRAS) Ubah Pengurus, Ini Manajemen Sekarang
EMAS Belanja Alat & Mesin Senilai RMB1,02 Miliar dari Perusahaan China
BUMN ADHI Digembok, Peringkat Turun Buntut Gagal Bayar Bunga Obligasi





