Tambah Kepemilikan, Sang Komut Kini Kuasai 0,739 Persen Saham CYBR
Ilustrasi saat pencatatan saham perdana PT ITSEC Asia Tbk. (CYBR). dok. CYBR.
EmitenNews.com - Komisaris utama PT ITSEC Asia Tbk. (CYBR), Patrick Rudolf Dannacher menambah porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 20-21 Agustus 2024. Setelah itu, sang Komut kini menguasai 0,739 saham CYBR.
Dalam keterangannya yang dikutip Jumat (23/8/2024), Direktur CYBR Doni Mora menyampaikan bahwa Patrick Rudolf Dannacher telah membeli total sebanyak 4.982.300 lembar saham CYBR di harga Rp300-Rp328 per saham.
Patrick Rudolf Dannacher juga pernah membeli sebanyak 1.460.500 lembar saham CYBR di harga RP276-Rp300 per saham pada tanggal 16 Agustus 2024.
"Tujuan transaksi adalah untuk Investasi dengan kepemilikan saham langsung," tuturnya.
Kini, kepemilikan saham Patrick Rudolf Dannacher di CYBR bertambah menjadi 47,6 juta lembar saham, setara dengan 0,739%.
Bandingkan dengan sebelumnya sebanyak 42,6 juta lembar saham setara dengan 0,662%.
Hampir bersamaan dengan itu, Direktur PT ITSEC Asia Tbk. (CYBR), Bima Kurniawan selaku telah mengurangi porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 20 dan 21 Agustus 2024.
Doni Mora Direktur CYBR dalam keterangan tertulisnya Kamis (22/8) menyampaikan bahwa Bima Kurniawan telah menjual total sebanyak 1.251.800 lembar saham CYBR di harga Rp302-Rp306 per saham.
Bima Kurniawan juga pernah menjual sebanyak 1.024.400 lembar saham CYBR di harga Rp276-Rp298 per saham pada tanggal 16 dan 19 Agustus 2024.
Pascapenjualan itu, kepemilikan saham Bima Kurniawan di CYBR berkurang menjadi 35.723.800 lembar saham setara dengan 0,554%. Bandingkan sebelumnya sebanyak 36.085.600 lembar saham setara dengan 0,573%. ***
Related News
Libur Lebaran 2026, Livin’ by Mandiri Siap Temani Transaksi Nasabah
Wilmar Ungkap Dampak Penutupan Selat Hormuz, Berpotensi Ganggu Kinerja
Didorong Bisnis Logistik, Laba ASSA Melonjak 81 Persen Pada 2025
CBPE Tambah Anak Usaha, Garap Bisnis Serviced Apartment
Jelang Lebaran, Trafik Tol Jasa Marga Tembus 1,31 Juta Kendaraan
Tanpa Penjualan Aset, Laba APLN Melemah di 2025





