IDXINDUST

 0.00%

IDXINFRA

 0.00%

IDXCYCLIC

 0.00%

MNC36

 0.00%

IDXSMC-LIQ

 0.00%

IDXHEALTH

 0.00%

IDXTRANS

 0.00%

IDXENERGY

 0.00%

IDXMESBUMN

 0.00%

IDXQ30

 0.00%

IDXFINANCE

 0.00%

I-GRADE

 0.00%

INFOBANK15

 0.00%

COMPOSITE

 0.00%

IDXTECHNO

 0.00%

IDXV30

 0.00%

ESGQKEHATI

 0.00%

IDXNONCYC

 0.00%

Investor33

 0.00%

IDXSMC-COM

 0.00%

IDXBASIC

 0.00%

IDXESGL

 0.00%

DBX

 0.00%

IDX30

 0.00%

IDXG30

 0.00%

ESGSKEHATI

 0.00%

KOMPAS100

 0.00%

PEFINDO25

 0.00%

BISNIS-27

 0.00%

ISSI

 0.00%

MBX

 0.00%

IDXPROPERT

 0.00%

LQ45

 0.00%

IDXBUMN20

 0.00%

IDXHIDIV20

 0.00%

JII

 0.00%

IDX80

 0.00%

JII70

 0.00%

SRI-KEHATI

 0.00%

SMinfra18

 0.00%

KB Bukopin
victoria sekuritas

Tambah Lagi, Andri Borong 18,67 Juta Saham Cashlez Indonesia (CASH) Rp161-195 per Lembar

10/08/2022, 07:00 WIB

Tambah Lagi, Andri Borong 18,67 Juta Saham Cashlez Indonesia (CASH) Rp161-195 per Lembar

EmitenNews.com - Andri Wijono Sutiono menyerok saham Cashlez Worldwide (CASH) senilai Rp3,26 miliar. Itu dilakukan Andri dengan mengakumulasi 18.675.900 saham alias 18,67 juta lembar. Transaksi pembelian terjadi pada kisaran Rp161-195 per lembar.


Aksi pembelian dilakukan dengan harga beragam. Pembelian dengan harga tertinggi pada Rp195 per lembar, dan terendah Rp161 per saham. ”Aksi pembelian dilakukan periode 4 Juli 2022 hingga 3 Agustus 2022,” tulis Suwandi, CEO Cashlez Worldwide Indonesia.


Aksi borong saham itu, terjadi secara bertahap. Setidaknya selama periode itu, terjadi 42 kali transaksi. Sepanjang Juli 2022 ada 38 kali aksi pembelian, dan pada Agustus 2022 ada empat kali transaksi. Transaksi terbesar terjadi pada 7 Juli 2022 dengan pembelian 2,56 juta lembar.


Pembelian terkecil terjadi pada 22 Juli 2022. Kala itu, Andri menyerok 10.700 lembar dengan harga pelaksanaan Rp171 per lembar. ”Tujuan transaksi untuk penambahan portofolio dengan status kepemilikan saham secara langsung,” imbuh Suwandi.


Menyusul transaksi itu, koleksi saham Andri menebal menjadi 190,70 juta lembar setara dengan 13,33 persen. Bertambah 1,31 persen dari periode sebelum transaksi dengan porsi kepemilikan hanya 172,02 juta lembar alias 12,02 persen. (*)




Author: J S