Tambang Menggeliat, IHSG Tembus 8.804,84 di Sesi I
Lantai perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta.
EmitenNews.com - Pada penutupan perdagangan sesi I, Senin (5/1/2026) siang ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,65 persen atau naik 56,71 poin ke level 8.804,84.
IHSG bergerak di rentang 8.732 hingga 8.816 setelah dibuka pada level 8.748 pada perdagangan pagi hari. Sepanjang sesi I, aktivitas transaksi terpantau cukup aktif dengan 362 saham menguat, 302 saham melemah, dan sisanya stagnan.
Penguatan IHSG terjadi meskipun pasar merespons rilis data inflasi Indonesia bulan Desember 2025 yang tercatat lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya. Sentimen tersebut tidak menyurutkan minat beli investor, terutama pada saham-saham berbasis komoditas.
Saham-saham sektor pertambangan kembali menjadi motor penggerak indeks. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melonjak 10,00 persen, diikuti PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang menguat 8,05 persen, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) naik 5,70 persen, serta PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang menguat 2,60 persen.
Sejalan dengan penguatan saham-saham tersebut, Indeks IDX Energy mencatat kenaikan 2,12 persen dan menjadi salah satu penopang utama IHSG hingga siang ini. Selain sektor energi, Indeks IDX Transportation & Logistics mencatatkan penguatan tertinggi di antara indeks sektoral lainnya dengan kenaikan 3,22 persen.
Sementara itu, sejumlah indeks sektoral lain juga bergerak di zona hijau, antara lain Indeks IDX Basic Materials yang naik 1,67 persen, Indeks IDX Cyclical menguat 1,12 persen, Indeks IDX Industry naik 1,32 persen, serta Indeks IDX Infrastructure yang menguat 0,57 persen.
Di sisi lain, tekanan terlihat pada Indeks IDX Technology yang turun 1,39 persen dan Indeks IDX Non-Cyclical yang terkoreksi 0,21 persen. (*)
Related News
IHSG Tak Terbendung, Rekor Baru Ditembus Lagi!
Tambah Likuiditas, Bankaltimtara Rilis NCD Rp2,8 Miliar
IHSG Sesi I Berlanjut Menguat ke 8.882, IDXBASIC Terangkat 2,81 Persen
Nilai Tukar Petani dan Luas Panen Padi Meningkat
Resmi Lepas Unit Syariah, BTN Kini Kuasai 99,9 Persen Saham BSN
Danantara Akan Garap Lima Titik Hilirisasi Senilai Rp100 Triliun





