Teknologi Elnusa (ELSA) Pacu Produksi Migas Adera Field Lewati Target
:
0
Eksplorasi migas Pertamina Hulu Rokan (Foto: PHE)
EmitenNews.com - PT Elnusa Tbk (ELSA) kembali menunjukkan kontribusinya dalam mendukung target peningkatan produksi migas nasional. Melalui implementasi teknologi Dual Completion di Adera Field, produksi minyak dan gas PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 berhasil melampaui target yang telah ditetapkan.
Implementasi teknologi tersebut menghasilkan tambahan produksi sekitar 480 barel minyak per hari (BOPD) dan 3,3 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD). Capaian itu jauh di atas target awal yang masing-masing sebesar 186 BOPD dan 1,09 MMSCFD.
Keberhasilan tersebut menjadi bagian dari strategi PHR Zona 4 dalam mengoptimalkan potensi lapangan migas yang telah memasuki fase mature field, sekaligus mendukung agenda Pertamina untuk meningkatkan produksi migas nasional dan memperkuat ketahanan energi Indonesia.
Dalam proyek tersebut, Elnusa memberikan dukungan melalui kapabilitas Well Intervention & Completion, Engineering Services, serta pelaksanaan operasi lapangan yang mengedepankan standar Health, Safety, Security and Environment (HSSE). Dukungan tersebut memastikan pekerjaan completion berlangsung tepat waktu, aman, dan sesuai standar operasional.
Direktur Operasi PT Elnusa Tbk, Andri Haribowo, mengatakan kolaborasi bersama PHR Zona 4 mencerminkan komitmen Perseroan dalam menghadirkan solusi operasi yang memberikan nilai tambah bagi industri hulu migas nasional.
"Kapabilitas Elnusa menjadi bagian dari upaya Pertamina dalam mengoptimalkan pengembangan lapangan melalui sinergi dengan mitra strategis. Kolaborasi ini mencerminkan bagaimana kompetensi nasional mampu memberikan nilai tambah bagi keberlanjutan operasi hulu migas Indonesia," ujar Andri dalam keterbukaan informasi, Rabu (22/7/2026).
Melalui penerapan Dual Completion pada sumur BNG-D14, dua lapisan reservoir dapat diproduksikan secara bersamaan melalui satu sumur tanpa harus melakukan pengeboran sumur baru pada setiap lapisan. Pendekatan tersebut meningkatkan efisiensi pengembangan lapangan, mengurangi kebutuhan intervensi sumur, serta memaksimalkan pemanfaatan reservoir yang masih produktif.
Keberhasilan implementasi di Adera Field juga menjadi dasar untuk memperluas penerapan teknologi serupa pada sumur GNK-PD80 dan BNG-B7, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan meningkatkan produksi lapangan migas mature milik Pertamina.
Related News
Dirut FUTR Borong 1 Persen Saham Rp15,3 Miliar
Emiten Real Estate (BBSS) Masih Catat Rugi di Q1 2026
Emiten Snack Taro (AISA) Buka Peluang Bagi Dividen, Ini Pemicunya
Pengendali Borong Saham GULA, Kini Dekati 5 Persen
Demi Free Float & Exit Suspensi, Pengendali MTSM Lepas 19,5 Juta Saham
Saham Gocap (ZATA) Lepas Suspensi Khusus, Langsung Ngacir 30 Persen





