EmitenNews.com - Tenanglah. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menjamin pasokan dan ketersediaan cabai cukup sampai bulan suci Ramadan 2022, bahkan hingga memasuki hari raya Idul Fitri 1443 Hijriyah. Harga komoditas cabe saat ini cukup mahal, bersamaan dengan bahan pokok lainnya, sehingga menimbulkan keluhan ramai di masyarakat.


"Saya pastikan untuk cabai besar maupun cabai rawit semua dalam kondisi cukup," ujar Mentan Syahrul Yasin Limpo dalam pernyataannya di Jakarta Kamis (10/3/2022).


Syahrul Yasin Limpo menyampaikan, produksi cabai besar berdasarkan prognosa pada Maret 2022 mencapai 111.669 ton. Cukup melimpah, dibandingkan untuk kebutuhannya hanya 92.040 ton. Dengan angka tersebut maka neraca bulanan untuk cabai besar mencapai 19,630 ton.


Sementara itu prognosa untuk produksi cabai rawit mencapai 104.115 ton dengan kebutuhannya mencapai 90.706 ton. Dengan begitu akan ada surplus 13.409 ton.


"Untuk April pragnosa produksi cabai besar kita mencapai 107,932 ton dan produksi cabai rawit mencapai 112,490 ton. Memang pada bulan Ramadan dan Idul Fitri selalu ada kenaikan harga, karena suplay dan demand. Namun kenaikannya masih dalam kendali," kata mantan Gubernur Sulawesi Selatan ini.


Pemerintah terus mendorong pembelian cabai petani dengan melibatkan para champions di seluruh daerah. Dengan demikian, transaksi harga yang disepakati masih dalam tahap menguntungkan. Karena itu, baik cabai maupun komoditas lainya harus disiapkan bersama dengan melibatkan lembaga dan kementerian lain.


Kementan juga terus melakukan pemetaan terkait pergerakan produksi cabai di seluruh Indonesia. Cara ini dinilai penting dilakukan agar kebutuhan masyarakat selalu tersedia tanpa ada kekurangan, apalagi kelangkaan. Bersama pemerintah daerah, Kementan terus memantau pergerakan cabai dengan melakukan mapping di setiap bulan. Sandarannya, ketersediaan komoditas secara baik. ***