Terbang Belasan Ribu Persen, BEI Akhirnya Gembok Saham PACK
Manajemen PACK ketika mencatatkan sahamnya di BEI pada 8 Februari 2023.
EmitenNews.com - — Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menghentikan sementara perdagangan saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk. (PACK) mulai sesi I hari ini, Kamis (12/6/2025), di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.
Langkah suspensi ini diambil sebagai bentuk perlindungan terhadap investor setelah saham PACK mencatatkan lonjakan harga yang sangat drastis dalam beberapa waktu terakhir.
“Keputusan ini diambil karena adanya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham PACK,” jelas Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, dalam pengumuman resmi.
Saham PACK sebelumnya menembus batas Auto-Rejection Atas (ARA) dua hari berturut-turut pada 10 dan 11 Juni 2025, hingga ditutup di level Rp4.110 per lembar pada Rabu (11/6). Dalam sepekan, saham ini sudah melonjak 20,88%.
Kenaikan makin mencengangkan jika ditarik sebulan ke belakang dari harga Rp2.150 (14/5), saham PACK naik 91,16% atau setara 1.960 poin.
Jika dibandingkan dengan titik terendahnya di Rp26 per saham pada Agustus 2024, harga terbaru mencetak kenaikan spektakuler 13.400%, atau hampir 135 kali lipat. Sejak melantai di bursa pada Februari 2023 dengan harga IPO Rp162, nilai saham PACK sudah naik lebih dari 2.000%.
BEI menyatakan bahwa suspensi ini merupakan mekanisme cooling down, memberi waktu bagi investor untuk mencerna informasi dan mempertimbangkan keputusan investasi secara bijak.
Perlu diketahui peralihan kendali perusahaan ke tangan PT Eco Energi Perkasa milik Deng Weiming pada awal 2025 mewajibkan dilakukannya tender offer atau penawaran wajib atas 44,9% saham yang belum dimiliki, atau setara 689,95 juta saham dengan harga Rp37 per saham. Nilai tender offer diperkirakan mencapai Rp25,5 miliar.
Related News
Siaga Lonjakan Listrik Saat Lebaran, PGEO Pastikan Pasokan Aman
Ngotot Mau Akuisisi Jungleland Yang Masih Merugi, Ini Alasan JGLE
Topline 2025 DAAZ Menguat Jadi Rp13T, Laba Malah Jeblok 42,1 Persen
Laba Emiten Poultry (CPIN) Melonjak 52 persen ke Rp5,6 Triliun di 2025
Terpangkas 91,93 Persen, MBAP Akumulasi Laba USD1,54 Juta
Pendapatan Rp6,44T, Laba SGRO Anjlok 44,26 Persen





