Terkikis 38 Persen, Laba Gunung Raja Paksi (GGRP) Medio 2023 Tersisa USD17 Juta
EmitenNews.com - Gunung Raja Paksi (GGRP) medio 2023 meraup laba USD17,05 juta. Melorot 38 persen dari periode sama tahun sebelumnya senilai USD27,79 juta. Dengan hasil itu, laba per saham dasar merosot ke level USD0,0014 dari edisi sama tahun sebelumnya USD0,0023.
Penjualan bersih USD369,64 juta, melorot 19 persen dari posisi sama tahun lalu USD456,78 juta. Beban pokok penjualan USD321,49 juta, mengalami penyusutan dari periode sama tahun sebelumnya sebesar USD411,37 juta. Laba kotor terkumpul senilai USD48,15 juta, melesat 6 persen dari edisi sama tahun lalu sebesar USD45,6 juta.
Beban penjualan USD3,78 juta, membengkak dari edisi sama tahun lalu USD2,71 juta. Beban umum dan administrasi USD12,56 juta, turun tipis dari posisi sama tahun lalu USD13,09 juta. Biaya keuangan USD6,03 juta, bengkak dari USD4,97 juta. Penghasilan keuangan USD588,06 ribu, melejit dari episode sama tahun sebelumnya USD366,76 juta.
Beban lain-lain bersih USD4,62 juta, bengkak dari episode sama tahun lalu surplus sejumlah USD10,86 juta. Laba sebelum pajak penghasilan USD21,73 juta, mengalami penyusutan dari edisi sama tahun lalu senilai USD35,85 juta. Beban pajak penghasilan USD4,67 juta, susut dari periode sama tahun sebelumnya sebesar USD8,06 juta.
Jumlah ekuitas terakumulasi sebesar USD823,13 juta, mengalami lonjakan daripada posisi akhir tahun sebelumnya senilai USD806,21 juta. Total liabilitas tercatat USD316,82 juta, menyusut dari episode akhir tahun sebelumnya sebesar USD380,1 juta. Jumlah aset USD1,13 miliar, susut dari periode akhir tahun lalu USD1,18 miliar. (*)
Related News
TSPC Catat Penjualan Rp14 Triliun, Laba Bersih Susut di 2025
Laba BUMI Naik 20 Persen, Tapi Beban Produksi Masih Tekan Margin
Bio Majesty Jual 112 Juta Saham PRDA, Kepemilikan Turun Jadi 12 Persen
Yulie Sekuritas Borong Saham DYAN, Kepemilikan Naik Jadi 7 Persen
Topline Ngebut, Bottomline Tersendat, Laba 2025 ERAL Menciut 16 Persen
Laba PWON Naik Dua Digit di 2025, Pendapatan Bunga Tembus Rp603 Miliar





