EmitenNews.com - Disrupsi digital telah menuntut pelaku usaha media, termasuk TV free-to-air (FTA), untuk berkonvergensi agar tetap relevan di era digital. Secara khusus, TV FTA harus memanfaatkan momentum analog switch off (ASO). Termasuk teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

 

Keuntungannya membuka ruang bagi TV FTA untuk menciptakan nilai tambah layanannya, agar tetap memiliki daya saing dalam ekosistem media di tengah menjamurnya layanan Over-The-Top (OTT). Industri penyiaran juga harus beradaptasi dengan teknologi informasi dan komunikasi terkini.




CEO TVOne Taufan Eko Nugroho Rotorasiko mengatakan dari sisi bisnis penyiaran, Perseroan telah mengambil langkah-langkah antisipatif migrasi penyiaran analog ke digital untuk menjaga tingkat kepemirsaan ANTV dan tvOne.

 

Seperti melalui berbagai kampanye dan sosialisasi migrasi siaran TV digital sekaligus memberikan asistensi teknik kepada pemirsa, memutakhirkan infrastruktur penyiaran digital dan memperkuat daya pancar siaran.

 

Selain itu, menyajikan konten berkualitas dan beragam dengan fokus consumer centric, dan terus berinvestasi dari segi konten maupun platform digital meraih konsumen digital native (generasi milenial dan Gen Z).

 

“Memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence, TVOne telah menghadirkan terobosan dalam dunia pertelevisian Indonesia,” ujar Taufan, pada Public Expose PT Visi Media Asia Tbk. (VIVA) & PT Intermedia Capital Tbk. (MDIA), di Gedung The Convergence Indonesia, Kawasan Rasuna Epicentrum, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (20/7/2023).

 

Sejak 21 April 2023, TVOne mempunyai lebih dari tiga presenter AI seperti Nadira, Sasha, Bhoomi. Sistem AI dapat membaca dan memproses informasi secara cepat dan akurat, serta simbol menuju perubahan yang selalu menuntut adaptasi.

 

“Kami akan terus beradaptasi dengan teknologi terkini,” jelas Taufan.

 

"TVOne merupakan TV mainstream pertama di Indonesia, di ASEAN yang meluncurkan berita-berita dengan support AI dan di dunia ini saingan kita hanya India. Jadi kita dua negara yang sedang bersinergi bersama yang mencoba menggunakan teknologi ini,” tambahnya.