EmitenNews.com - Disrupsi digital telah menuntut pelaku usaha media, termasuk TV free-to-air (FTA), untuk berkonvergensi agar tetap relevan di era digital. Secara khusus, TV FTA harus memanfaatkan momentum analog switch off (ASO). Termasuk teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

 

Keuntungannya membuka ruang bagi TV FTA untuk menciptakan nilai tambah layanannya, agar tetap memiliki daya saing dalam ekosistem media di tengah menjamurnya layanan Over-The-Top (OTT). Industri penyiaran juga harus beradaptasi dengan teknologi informasi dan komunikasi terkini.




CEO TVOne Taufan Eko Nugroho Rotorasiko mengatakan dari sisi bisnis penyiaran, Perseroan telah mengambil langkah-langkah antisipatif migrasi penyiaran analog ke digital untuk menjaga tingkat kepemirsaan ANTV dan tvOne.

 

Seperti melalui berbagai kampanye dan sosialisasi migrasi siaran TV digital sekaligus memberikan asistensi teknik kepada pemirsa, memutakhirkan infrastruktur penyiaran digital dan memperkuat daya pancar siaran.

 

Selain itu, menyajikan konten berkualitas dan beragam dengan fokus consumer centric, dan terus berinvestasi dari segi konten maupun platform digital meraih konsumen digital native (generasi milenial dan Gen Z).