Harga Minyak Dunia Drop, IHSG Sundul 6.400
:
0
Suasana penutupan perdagangan IHSG edisi 2025 di Main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyudahi perdagangan Senin, 15 Juni 2026 menguat 4,12 persen menjadi 6.254. Koreksi harga minyak mentah dunia menjadi faktor positif karena meredakan tekanan inflasi, dan potensi pelebaran defisit APBN. Rupiah melonjak 0,85 persen menjadi Rp17.709 per dolar Amerika Serikat (USD).
Secara teknikal, IHSG ditutup di atas level MA20, dan MACD berlanjut membentuk kenaikan histogram positif. Namun, Stochastic RSI berpotensi membentuk death cross pada area overbought. Dengan begitu, sepanjang perdagangan Rabu, 17 Juni 2026, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 6.150-6.400.
Pemerintah berencana menerbitkan Panda Bonds sekitar akhir Juni atau awal Juli 2026. So, Pemerintah terlebih dulu akan melihat bagaimana respons, dan minat investor terhadap rencana penerbitan obligasi tersebut. Penerbitan Panda Bonds ini antara lain untuk mengurangi ketergantungan terhadap USD, dan memperkuat nilai tukar Rupiah.
Di lain pihak, Bank Indonesia (BI) melaporkan utang luar negeri Indonesia mencapai USD439,8 miliar pada April 2026, tumbuh 1,9 persen YoY dari edisi Maret 2026 melejit 1,0 persen YoY. Pemerintah telah mengumpulkan setoran pajak Rp23,5 triliun dari upaya perluasan basis pajak hingga 31 Mei 2026.
Langkah itu, dilakukan melalui penambahan wajib pajak baru dari sektor potensial. Pengusaha kena pajak baru, hingga memungut pajak dari wajib pajak sebelumnya tidak aktif. Realisasi penerimaan pajak mencapai Rp834.4 triliun per 31 Mei 2026, tumbuh 22,1 persen YoY.
Pemerintah menarget realisasi penerimaan pajak dapat mencapai Rp2,357.7 triliun pada akhir 2026. Penambahan utang, dan penambahan wajib pajak dapat memperlebar ruang fiskal negara, dan meningkatkan penerimaan negara. Namun, di sisi lain dapat membebani perusahaan atau masyarakat.
Berdasar data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan para investor untuk mengoleksi sejumlah saham andalan berikut. Yaitu, Bank Mandiri (BMRI), Bank Central Asia (BBCA), Mayora Indah (MYOR), Unilever Indonesia (UNVR), dan Aneka Tambang alias Antam (ANTM). (*)
Related News
IHSG Melambung 1,37 Persen, Saham-Saham Ini Tulang Punggung Transaksi
IHSG Sesi I (4/8) Menguat 0,57 Persen ke 6.270, BACH-TMPO Jeblok ARB!
IHSG Hijau Tipis Selasa (4/8) Peluang Uji Resistance 6.243 Terbuka
IHSG Menguat, Sasar Saham TLKM, AALI, INTP, dan HRUM
IHSG Rebound, Tengok Katalis Positif Berikut
Dana DHE SDA Resmi Bisa Dijadikan Agunan Tunai





