EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis 0,03 persen menjadi 6.234 setelah sempat bergerak fluktuatif. Secara teknikal, Stochastic RSI mengalami reversal area pivot, dan histogram MACD masih bertahan di area positif. So, IHSG masih berpotensi rebound, dan menguji resistance level 6.250-6.300.

Indeks PMI Manufacturing edisi Juli 2026 membaik level 50.2 dari edisi Juni 2026 di kisaran 46.9, sekaligus menandai level tertinggi sejak Februari 2026. Output produksi mengalami kenaikan setelah selama empat bulan berturut-turut melemah, meski kenaikan relatif kecil.

Neraca perdagangan masih mencatat defisit USD0,45 miliar Juni 2026, namun membaik dibanding Mei 2026 defisit USD1,61 miliar. Ekspor tumbuh 8,84 perssen YoY periode Juni 2026, membaik dari posisi Mei 2026 dengan penurunan 5,73 persen YoY, namun impor meningkat  34,27 persen YoY dari 22,16 persen YoY.

Laju inflasi melambat menjadi 2,88 persen YoY edisi Juli 2026 dari periode Juni 2026 di level 3,34 persen YoY, akibat deflasi 0,14 persen MoM edisi Juli 2026. Deflasi tersebab panen raya sehingga mendorong penurunan harga pada kelompok makanan, minum dan tembakau.

Penurunan harga BBM non-subsidi pada Agustus, berpotensi mendorong laju inflasi lebih landai. Berdasar data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan pelaku pasar mengoleksi saham Indofood (ICBP), Map Aktif (MAPA), Medco Energi (MEDC), Elnusa (ELSA), dan Astra International (ASII). (*)