EmitenNews.com - Famon Awal Bros Sedaya alias Primaya Hospital (PRAY) mencetak laba bersih Rp62,50 miliar. Susut 80 persen dari periode sama 2021 sejumlah Rp325,95 miliar. Alhasil, laba per saham dasar menjadi Rp4,79 per lembar dari episode sama tahun sebelumnya Rp25,15 per eksemplar. 


Perosotan laba itu tidak lepas dari pendapatan bersih anjlok 16 persen menjadi Rp1,52 triliun dari posisi sama 2021 sebesar Rp1,82 triliun. Beban pokok pendapatan Rp1,13 triliun, bengkak dari periode sama tahun sebelumnya Rp1,03 triliun. Lalu, laba kotor menukik 51 persen menjadi Rp384,04 miliar dari edisi sama 2021 sejumlah Rp786,29 miliar. 


Beban usaha Rp272,24 miliar, bengkak dari fase sama tahun sebelumnya Rp230,45 miliar. Laba usaha Rp111,80 miliar, merosot tajam 79 persen dari periode sama 2021 senilai Rp555,83 miliar. Jumlah Beban lain-lain bersih Rp41,33 miliar, turun dari edisi sama 2021 sebesar Rp89,89 miliar. 


Laba sebelum pajak penghasilan Rp70,47 miliar, ambruk 84 persen dari posisi sama 2021 sejumlah Rp465,94 miliar. Jumlah pajak penghasilan bersih Rp15,22 miliar, membengkak 86 persen dari episode sama 2021 senilai Rp115,33 miliar. Laba tahun berjalan anjlok 84 persen menjadi Rp55,24 miliar dari posisi sama tahun sebelumnya Rp350,60 miliar. 


Jumlah ekuitas Rp2,70 triliun, melambung dari akhir 2021 sebesar Rp1,85 triliun. Total liabilitas Rp1,25 triliun, susut dari periode sama akhir 2021 senilai Rp1,26 triliun. Jumlah aset Rp3,95 triliun, melambung dibanding posisi sama akhir 2021 sebesar Rp3,12 triliun. (*)