EmitenNews.com - Saraswati Griya Lestari (HOTL) terancam dimakzulkan dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Saraswati telah melakoni suspensi sepanjang enam bulan terakhir. Dan, pembekuan efek perseroan genap 24 bulan pada 1 Agustus 2024 mendatang.
Berdasar regulasi, emiten terancam delisting kalau mengalami kondisi, atau peristiwa, secara signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha, baik secara finansial atau secara hukum, atau terhadap kelangsungan status usaha, dan perusahaan tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan secara memadai.
Berikutnya, saham perusahaan yang akibat suspensi di pasar reguler dan pasar tunai, hanya diperdagangkan di pasar negosiasi sekurang-kurangnya selama 24 bulan terakhir. ”Saraswati telah menjalani suspensi 6 bulan,” tulis Vera Florida, Kadiv Penilaian Perusahaan 2, BEI.
Per 30 September 2021, formasi dewan komisaris dan direksi Saraswati yaitu Komisaris Utama Tjandra Widjaja, Komisaris Independen Dini Virtianty, Direktur Utama Tubagus Yudi Yuniardi, dan Direktur Erwin Wijaya. Pemegang saham Saraswati per 30 September 2021 sebagai berikut.
PT Tiara Realty 1,97 miliar lembar atau 55,54 persen, Soegianto 333 juta lembar alias 9,38 persen, Indra Setiawan 273 juta lembar alias 7,71 persen, Irene Thesman 251 juta lembar setara 7,1 persen, Bhakti Salim 45 juta helai atau 1,27 persen, Agung Salim 15 juta lembar atau 0,42 persen, dan masyarakat 659 juta eksemplar alias 18,58 persen. (*)
Related News
Emiten Nikel Grup Harita (NCKL) Ungkap Aksi Baru!
TOSK Serok Aset Rp67,2M Milik Dirut, Setara 41,8 Persen Ekuitas
Efisiensi & Lepas Lawson, Laba MIDI Terbang 62,43 Persen Jadi Rp772,5M
Ini 5 Masjid Ikonik Garapan WSKT, Siap Tampung 200.000 Jemaah Salat Id
BREN Catat Laba Bersih Meningkat 6,5 Persen di Sepanjang 2025
Akhiri 2025, Laba Grup Djarum (TOWR) Tembus Rp3,67 Triliun





