Tersengat Komoditas, IHSG Lanjutkan Tradisi Positif
:
0
Suasana penutupan perdagangan IHSG edisi 2025 di Main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,64 persen menapai level tertinggi baru 9.133. Eskalasi ketegangan Eropa dan Amerika Serikat (AS) menjadi sentimen negatif global, dan mendorong pelemahan Rupiah hingga level Rp16.955 per dolar AS (USD).
Selanjutnya, menyusul penguatan harga komoditas mineral logam diprediksi menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). Sementara itu, tekanan terhadap nilai tukar rupiah, dan mulai ada aksi jual investor asing berpeluang menjadi sentimen negatif pasar.
Dengan demikian, Indeks diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat. Sepanjang perdagangan hari ini, Selasa, 20 Januari 2026, indeks akan menyusuri kisaran support 9.075-9.015, dan resistane 9.190-9.250. Berdasar data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan sejumlah saham berikut.
Yaitu, Energi Mega Persada (ENRG), HM Sampoerna (HMSP), Wismilak Inti Makmur (WIIM), Merdeka Copper Gold (MDKA), Vale Indonesia (INCO), dan Bank Neo Commerce (BBYB). (*)
Related News
Ajaib Perkuat Layanan Margin Trading, Tersedia Hingga 349 Efek Margin
IHSG Siang Berhasil Rebound, Tapi Asing Justru Net Sell Rp1,16T
IHSG Sesi I (14/10) Sukses Rebound 0,82%, Pepet Lagi Level 6.000
IHSG Pagi Dibuka Memantul 0,38% Usai Tertekan Dua Hari Berturut-Turut
Asing Mulai Akumulasi, IHSG Potensial Rebound
Valuasi Tembus USD20 M, Polymarket Pertimbangkan IPO dan Token





