EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak dalam fase konsolidasi beriringan dengan naiknya federal funds rate sebesar 25 bps jadi 3,75%-4,00%.

Senior Analyst Mirae Asset Sekuritas, M Nafan Aji Gusta mengatakan, bahwa secara teknikal pergerakan IHSG memang masih mengalami koreksi wajar dari puncak wave iii, sehingga pola wave iv terbentuk.

“Sejatinya, struktur bullish masih berlaku. Berdasarkan indikator, MA20&60 berada dalam kondisi bullish crossover. Meskipun demikian, Stochastics K_D dan RSI menunjukkan sinyal negatif, sementara volume terus mengalami penurunan,” kata Nafan dalam risetnya.

Bagi IHSG, kata Nafan, kenaikan 25 bps tersebut sebenarnya sudah priced in, sehingga faktor penentu pada 17 September bukan lagi keputusan kenaikannya, melainkan forward guidance Kevin Warsh dan proyeksi suku bunga berikutnya. 

Sebelum keputusan FOMC, pelaku pasar domestik dikatakan sudah mengantisipasi bahwa respons IHSG akan lebih banyak ditentukan oleh arah kebijakan The Fed setelah September. 

“Dengan kata lain, adapun market menilai bahwa The Fed masih membuka peluang kenaikan berikutnya, maka tekanan terhadap aset berisiko termasuk saham Indonesia berpotensi berlanjut,” lanjut Nafan.

Sementara itu, perhatian para pelaku pasar juga tertuju pada peluncuran Icomex/Bursa Mineral dan Komoditas Strategis, dengan timah menjadi komoditas strategis pertama yang diperdagangkan, serta implementasi kembali mekanisme short selling yang sudah dimulai sejak 15 September. 

“Faktor ini berpotensi meningkatkan aktivitas perdagangan dan likuiditas market,” pungkasnya.