Terseret Wall Street, IHSG Cenderung Loyo
:
0
Suasana penutupan perdagangan IHSG edisi 2025 di Main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin ditutup melemah signfikan. Itu dipicu rencana pengenaan tarif impor 10 persen mulai 1 Februari, dan 25 persen pada awal Juni 2026) oleh Amerika Serikat (AS) terhadap delapan negara anggota NATO. Pasalnya, delapan negara itu, menentang keinginan Presiden AS Donald Trump untuk mengambil alih Greenland dari Denmark.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS melonjak, dan nilai tukar dolar melemah. Itu seiring arus dana keluar dari aset keuangan AS setelah ancaman pengenaan tarif impor tersebut. Pengelola dana pensiun Denmark, AkademikerPension dalam pernyataan terbaru mengaku akan menjual kepemilikan obligasi pemerintah AS senilai USD100 juta pada akhir bulan ini.
Kekhawatiran terhadap defisit keuangan pemerintah AS menjadi alasan lembaga pensiun tersebut. Koreksi Wall Street diprediksi menjadi sentimen negatif pasar. Sementara itu, lonjakan harga beberapa komoditas seperti minyak mentah, gas, batu bara, crude palm oil (CPO), emas, dan timah berpeluang menjadi sentimen positif indeks harga saham gabungan (IHSG).
So, indeks diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah. Sepanjang perdagangan hari ini, Rabu, 21 Januari 2026, indeks akan menyusuri kisaran support 9.080-9.025, dan resistane 9.190-9.245. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan investor mengoleksi saham berikut.
Yaitu, antara lain Bumi Resources Minerals (BMRS), Alamtri Resources (ADMR), Alamtri Indonesia (ADRO), Hartadinata Abadi (HRTA), Aneka Tambang alias Antam (ANTM), dan Merdeka Battery Materials (MBMA). (*)
Related News
IHSG Siang Berhasil Rebound, Tapi Asing Justru Net Sell Rp1,16T
IHSG Sesi I (14/10) Sukses Rebound 0,82%, Pepet Lagi Level 6.000
IHSG Pagi Dibuka Memantul 0,38% Usai Tertekan Dua Hari Berturut-Turut
Asing Mulai Akumulasi, IHSG Potensial Rebound
Valuasi Tembus USD20 M, Polymarket Pertimbangkan IPO dan Token
Wall Street Melemah, Pasar Tahan Napas Tunggu CPI AS 3,6 Persen





