Profit Taking Mengintai, IHSG Uji Level 9.200
Suasana di pelataran patung Banteng Wulung Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat 0,01 persen menjadi 9.134. Itu setelah sempat mencapai level intraday tertinggi baru di posisi 9.174, dan bergerak fluktuatif. Sektor basic materials membukukan penguatan terbesar, ditopang kenaikan harga emas pada level tertinggi baru karena permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik.
Namun, momentum penguatan indeks mulai melemah secara teknikal, disinyalir dari indikator MACD, dan indikasi adanya distribusi. Stochastic RSI juga berpotensi mengalami death cross di area overbought. Sehingga perlu diwaspadai potensi terjadi pullback akibat profit taking.
So, sepanjang perdagangan hari ini, Rabu, 21 Januari 2026, indeks akan bergerak pada kisaran support 9.000, dan posisi resistance 9.200. Di sisi lain, IMF merevisi naik pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,1 persen YoY edisi 2026 dari proyeksi sebelumnya 4,9 persen YoY.
Selanjutnya, proyeksi tahun 2027 juga direvisi naik menjadi 5,1 persen YoY dari proyeksi sebelumnya 5,0 persen YoY. Sedang estimasi pertumbuhan ekonomi tahun 2025 tetap di level 5 persen YoY. IMF menilai perekonomian Indonesia tetap solid berkat dukungan konsumsi domestik, stabilitas makroekonomi, perbaikan iklim investasi, adaptasi sektor swasta, dan berlanjutnya pembangunan berbasis teknologi.
IMF juga merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2026 menjadi 3,3 persen. Pertumbuhan global dinilai tetap tangguh meski dihadapkan pada tekanan kebijakan perdagangan internasional. Namun, IMF tetap mengingatkan adanya risiko ke depan, seperti eskalasi ketegangan geopolitik, dan potensi koreksi ekspektasi sektor teknologi.
Berdasar data dan fakta tersebut, Phintraco Sekuritas menyarankan para pelaku pasar untuk mengoleksi sejumlah saham andalan berikut sebagai jujukan investasi. Yaitu, Merdeka Copper Gold (MDKA), Bumi Resources Minerals (BRMS), Archi Indonesia (ARCI), Mitra Adiperkasa (MAPI), dan Alamtri Meneral (ADMR). (*)
Related News
Tertibkan Kawasan Hutan, Pemerintah Cabut Izin 28 Perusahaan
Terseret Wall Street, IHSG Cenderung Loyo
Awas Badai Koreksi, Borong Saham ACES, ARCI, dan INCO
IHSG Naik Tipis 0,01 Persen, Bertahan Dekat Rekor Tertinggi
Genjot Literasi Asuransi, Generali Indonesia Sukses Geber Program Ini
Menkeu Dukung Tukar Posisi: Thomas ke BI, Juda ke Kemenkeu





