Tertekan Utang, Rating Kontraktor Batubara ini Melorot ke idBBB
:
0
Pefindo menurunkan peringkat PT Bukit Makmur Mandiri Utama atau BOLD menjadi idBBB dengan status CreditWatch berimplikasi negatif pada Senin (19/10). (Foto: Republika)
EmitenNews.com - PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo menurunkan peringkat PT Bukit Makmur Mandiri Utama atau BOLD menjadi idBBB dengan status CreditWatch berimplikasi negatif pada Senin (19/10). Peringkat BUMA sebelumnya tercatat berada pada level idA+ dengan prospek negatif.
Berdasarkan publikasi Ikhtisar Peringkat Pefindo, penurunan peringkat juga berlaku bagi instrumen utang perusahaan yang masih beredar. Pefindo memangkas peringkat Obligasi I, Obligasi II, dan Obligasi III menjadi idBBB, serta menurunkan peringkat Sukuk Ijarah I menjadi idBBB(sy).
Aksi pemeringkatan ini mencerminkan adanya tekanan likuiditas bagi kontraktor tambang tersebut untuk melunasi kewajiban utangnya. Perusahaan harus menyelesaikan pembayaran Obligasi III Tahun 2025 Seri A senilai Rp503,15 miliar yang jatuh tempo pada Selasa (20/10).
Tekanan keuangan BUMA dipicu oleh keterbatasan kegiatan operasional pada Agustus dan September 2026 di salah satu pelanggan utamanya, yang mengakibatkan pemburukan profil keuangan. Saat ini, perseroan sedang dalam proses merealisasikan beberapa aksi korporasi untuk dapat melunasi kewajiban keuangan secara tepat waktu.
Peringkat idBBB mencerminkan posisi bisnis BUMA yang kuat dan kinerja operasi moderat, namun dibatasi oleh perlindungan arus kas dan likuiditas yang lemah. Pefindo menegaskan peringkat dapat diturunkan lebih jauh apabila perusahaan tidak mampu memenuhi kewajiban keuangan yang jatuh tempo secara penuh dan tepat waktu.
BUMA merupakan kontraktor tambang batu bara yang menyediakan jasa pengupasan lapisan tanah, pengambilan batu bara, pengangkutan, serta pemilik tambang ultra-high-grade antrasit di Indonesia, Australia, dan Amerika Serikat. Per 30 Juni 2026, saham BUMA dimiliki oleh PT BUMA Internasional Group Tbk sebesar 99,99 persen dan Ronald Sutardja sebesar 0,01 persen.(*)
Related News
Strategi IAS Perkuat Pertumbuhan IPCC, Trafik Kargo Naik 19,57 Persen
Emiten Laptop Jadwal Dividen 76 Persen Laba, Cum Date 28 Oktober
Laba Q3 AXIO Melesat 83 Persen, Investor Dapat Jatah Dividen Interim
HSBC Holdings Gulung Ratusan Juta Helai, Saham APEX Drop 41 Persen
Kaji Buyback, Saham BBTN Tinggalkan Zona Merah
Grup Sinarmas Gelontor Dividen Jumbo, Yield Tembus 16 Persen





