Terus Tertekan, IHSG Uji Level 5.100
:
0
Suasana main hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali longsor 4,52 persen menjadi 5.342. Seluruh sektor memerah. Koreksi terbesar saham sektor industri 6,39 persen. Depresiasi Rupiah berlanjut dengan koreksi 0,84 persen menjadi Rp18.188 per dolar Amerika Serikat (USD).
Secara teknikal, IHSG ditutup di bawah level MA200 monthly, sehingga potensi penurunan IHSG lebih lanjut masih berpeluang terbuka secara teknikal. Selanjutnya, IHSG berpotensi menguji level support 5.100. Per Mei 2026, cadangan devisa nasional turun menjadi USD144,9 miliar dari periode April 2026 di kisaran USD146,2 miliar.
Itu merupakan level terendah sejak Juni 2024. Perosotan devisa itu, terutama tersebab pembayaran utang luar negeri pemerintah, dan upaya Bank Indonesia untuk menstabilkan Rupiah. Posisi cadangan devisa itu, setara 5,6 bulan impor atau 5.5 bulan impor dan pembayaran utang pemerintah.
Cadangan devisa itu, masih di atas level benchmark internasional sebanyak 3 bulan impor. Penurunan cadangan devisa terus menerus dapat menurunkan kepercayaan investor, dan lembaga rating. So, Pemerintah perlu meningkatkan kepercayaan investor pasar keuangan, mendorong ekspor, mengurangi impor, dan menarik investasi asing.
Berdasar data Mei 2026, penjualan sepeda motor turun 5,1 perssen YoY menjadi 479.388 unit, setelah periode April 2026 meningkat 28,1 persen YoY. Penurunan itu, akibat peningkatan biaya yang membebani pengeluaran konsumen sehingga ada indikasi daya beli masyarakat mulai melemah.
Periode Januari-Mei 2026, penjualan sepeda motor masih naik 0,7 persen year to date (YTD) mencapai 2,61 juta unit. Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memperkirakan penjualan sepeda motor tahun ini akan mencapai sekitar 6,4-6,7 juta unit, stabil dibanding realisasi tahun lalu 6,4 juta unit.
Dengan demikian, sampai Mei 2026, penjualan sepeda motor mencapai sekitar 38,96 persen hingga 40,78 persen dari target akhir tahun 2026. Penjualan sepeda motor juga mendapatkan tantangan dari potensi kenaikan suku bunga pembiayaan.
Menilik data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan para investor untuk mengoleksi sejumlah saham andalan berikut. Yaitu, Alamtri Resources (ADMR), Siloam (SILO), Bbumi Resources Minerals (BRMS), dan Merdeka Battery (MBMA). (*)
Related News
IHSG Pagi Memantul Naik 1,4 Persen ke Level 5.400
Wall Street Rebound, IHSG Terus Melemah
Support Area IHSG Hari Ini Berapa? Ini Kata Analis
IHSG Kian Ambles ke 5.342, Saham Big Bank pun Tertekan
Klarifikasi Bahlil Soal Skema Gross Split ini Legakan Sektor Minerba
Tancap Gas, Bank BSN Kucuri Pegadaian Pembiayaan Rp1,4 Triliun





