EmitenNews.com - Perluas bisnis pengelolaan limbah di Asia menjadi pilihan PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA). Emiten yang bertransformasi dari bisnis batu bara menjadi pengembang infrastruktur berkelanjutan itu, mengumumkan investasi strategis dari sejumlah dana kelolaan HPS Investment Partners, bagian dari BlackRock, senilai S$555 juta atau Rp7 triliun. Transaksi diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa.

Direktur Utama sekaligus CEO TBS Dicky Yordan mengatakan hal tersebut dalam keterangannya yang dikutip Kamis (22/10/2026). 

Memperluas bisnis pengelolaan limbah di Asia, investasi tersebut akan disalurkan melalui SBTH Asia Holdings Pte. Ltd. (SBTH), perusahaan induk platform pengelolaan limbah TBS.

Dalam pengumuman perseroan pada Rabu (21/10/2026), disebutkan investasi akan dilakukan melalui pengambilbagian saham preferen yang baru diterbitkan SBTH serta instrumen lainnya. Pendanaan direncanakan berlangsung dalam beberapa tahap, termasuk tahap awal dan lanjutan, untuk mendukung pertumbuhan bisnis pengelolaan limbah TBS di kawasan Asia.

Satu hal, transaksi tersebut masih bergantung pada persetujuan pemegang saham TBS melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), yang akan ditentukan kemudian.

Dalam keterangannya Dicky Yordan mengatakan investasi tersebut menjadi bagian penting dari transformasi perusahaan menuju pengembang infrastruktur berkelanjutan. Ia memastikan, bisnis pengelolaan limbah kini menjadi salah satu penggerak utama usaha perseroan.

Dengan investasi modal dalam beberapa tahap, TBS menyambut HPS sebagai mitra yang sangat bernilai dalam perjalanan pertumbuhan perseroan. Dicky juga memastikan, tetap mempertahankan kendali atas bisnis pengelolaan limbah itu, untuk mendorong pertumbuhan bisnis baik secara organik maupun anorganik.

Masuknya HPS dipandang sebagai bentuk kepercayaan investor global terhadap prospek bisnis pengelolaan limbah sekaligus strategi diversifikasi TBS menuju infrastruktur berkelanjutan.

Sementara itu, diketahui platform pengelolaan limbah TBS mencakup tiga perusahaan operasional yang menjalankan bisnis di Singapura dan Indonesia. Pertama, Cora Environment Pte. Ltd., yang bergerak di bidang pengelolaan limbah, daur ulang, dan energi dari limbah di Singapura. Perusahaan ini melayani lebih dari 470.000 rumah tangga dan bisnis.

Lalu, kedua, Asia Medical Enviro Services Pte. Ltd., salah satu perusahaan pengelolaan limbah medis di Singapura. Kemudian, ketiga, PT Arah Environmental Indonesia, yang menyediakan layanan pengelolaan limbah medis, industri, dan rumah tangga di 15 provinsi di Indonesia.