EmitenNews.com—Berdasarkan statistik yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia, sepanjang tahun 2022 tercatat total nilai transaksi saham adalah sebesar Rp 7.236 triliun, naik 9,5% dari tahun 2021 sebesar Rp 6.606 triliun. Dari total transaksi tersebut, 5 sekuritas dengan nilai transaksi terbesar berhasil menguasai 32% atau hampir sepertiga dari total nilai transaksi! Siapa saja sekuritas yang berhasil menduduki 5 posisi teratas? Beberapa nama mungkin sudah tidak asing karena kerap menjadi penghuni tetap setiap tahunnya. Berikut hasilnya!

 

  1. Mirae Asset Sekuritas (YP)

Untuk ketiga kalinya dalam 3 tahun berturut-turut, Mirae berhasil kembali menduduki takhta sebagai sekuritas dengan nilai transaksi terbesar. Sepanjang tahun 2022, nilai transaksi yang difasilitasi sekuritas ini mencapai angka Rp 588 triliun, unggul cukup telak sekitar Rp 84 triliun dari sekuritas di peringkat 2. Dengan raihan ini, Mirae memiliki market share nilai transaksi sebesar 8,12%.

 

  1. UBS Sekuritas (AK)

Sekuritas yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh perusahaan jasa keuangan asal Swiss ini berhasil menduduki peringkat 2 dengan nilai transaksi mencapai Rp 503 triliun dengan market share 6,96%. Sebelumnya, dalam tiga tahun terakhir (2019-2021) sekuritas ini selalu berhasil masuk dalam top 5 sekuritas berdasarkan nilai transaksi dan masih berada di peringkat 4 pada tahun 2021.

 

  1. Mandiri Sekuritas (CC)

Peringkat ketiga ditempati oleh Mandiri Sekuritas yang berhasil mencatatkan total nilai transaksi sebesar Rp 421 triliun. Meskipun sempat menjadi sekuritas dengan nilai transaksi terbesar pada tahun 2019 dan berada di peringkat 2 pada tahun 2021, sekuritas ini harus puas berada di peringkat ketiga dengan market share 5,81%. 

 

  1. Indo Premier Sekuritas (PD)

Indo Premier Sekuritas berhasil mengkokohkan posisinya pada top 5 sekuritas dalam 3 tahun terakhir. Pada tahun 2022, sekuritas ini mencatatkan total nilai transaksi sebesar Rp 419 triliun. Meski hanya beda tipis dengan peringkat 3, nilai transaksi ini berhasil naik Rp 52 trilun atau 14% dari tahun sebelumnya. Market share berada di angka 5,80%