EmitenNews.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat lonjakan pada aktivitas Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA) sepanjang 2025.

Nilai transaksi SPPA mencapai Rp1.382,1 triliun, meningkat 461,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, seiring implementasi transaksi repurchase agreement (repo) sejak 10 Maret 2025.

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Kristian Manullang dalam ajang SPPA Award 2025 di Main Hall BEI, Senin (13/4/2026) menyampaikan bahwa peningkatan tersebut ditopang oleh kombinasi transaksi outright dan repo. Dari total nilai tersebut, transaksi repo mendominasi dengan kontribusi 54 persen, sementara outright sebesar 46 persen.

“Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi kepada para Pengguna Jasa yang secara aktif telah memberikan dukungan serta kepercayaan penuh kepada SPPA dengan memanfaatkan SPPA sebagai platform utama transaksi Surat Utang dan Pasar Uang,” ujar Kristian.

Secara rinci, nilai transaksi outright tercatat Rp650,507 triliun, sedangkan repo mencapai Rp731,605 triliun. Dari sisi partisipasi, jumlah pengguna jasa tercatat sebanyak 39 entitas untuk EBUS dan 14 entitas untuk repo.

Pangsa pasar SPPA di interdealer market juga terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2021 tercatat sebesar 5,4 persen, meningkat menjadi 8 persen pada 2022, lalu 8,7 persen pada 2023, melonjak ke 16  persen pada 2024, dan mencapai 23 persen untuk outright serta 26 persen untuk repo pada 2025.

Dalam kesempatan tersebut, BEI juga memberikan penghargaan kepada sejumlah institusi yang dinilai memiliki kinerja terbaik. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk meraih predikat Most Active Bank untuk transaksi fixed income, sementara PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menjadi Most Active Dealer untuk transaksi repo. Adapun PT BRI Danareksa Sekuritas dinobatkan sebagai Most Active Securities Firm.

Selain itu, penghargaan Best Market Maker diberikan kepada PT Bank Permata Tbk untuk transaksi fixed income dan PT Bank DBS Indonesia untuk repo. Kategori Rising Star of The Year diraih oleh PT Bank Maybank Indonesia Tbk dan PT Bank OCBC NISP Tbk untuk kelompok bank, serta PT Mandiri Sekuritas untuk kelompok sekuritas.

BEI juga memperkenalkan kategori baru, termasuk Best First Mover yang diraih oleh PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk serta Most Active Regional Development Bank oleh PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk.

Melalui ajang ini, BEI diungkap Kristian, harapnya partisipasi pelaku pasar dalam SPPA semakin meningkat guna mendorong likuiditas pasar surat utang dan pasar uang, sekaligus memperkuat ekosistem pasar alternatif.