Transcoal Pacific (TCPI) Lego Kapal Lagi Rp24 Miliar, Kenapa?
:
0
Salah satu kapal tongkang milik TCPI
EmitenNews.com - Emiten pelayaran, PT Transcoal Pacific Tbk.(TCPI) menyampaikan pada 6 Dsember 2024 perseroan telah menandatangani Akta Jual Beli Kapal untuk penjualan aset milik Perseroan yaitu 1 (satu) unit kapal motor yang bernama Dharma I dan 1 (satu) unit kapal tongkang yang bernama MHKL 35.”
Erizal Darwis selaku Direktur TCPI dalam keterangannya Senin (9/12) menyebutkan bahwa jenis aset Perseroan yang dijual adalah 1 (satu) unit kapal motor yang bernama Dharma I dan 1 (satu) unit kapal tongkang yang bernama MHKL 35 dengan Nilai total Transaksi sebesar Rp 24 miliar.
“Penjual adalah Perseroan, dan Pembeli adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia yang berkedudukan di kota Jakarta Pusat. Penjelasan ada tidaknya hubungan afiliasi dengan Pelanggan Transaksi ini bukan merupakan transaksi afiliasi karena tidak ada hubungan afiliasi antara Perseroan dan Pembeli,” beber Erizal Darwis.
Selanjutnya disampaikan, penjualan Kapal-kapal ini bertujuan untuk peremajaan Kapal kapal milik Perseroan.
Pasalnya, Kondisi Kapal ini sudah kurang komersial untuk dioperasikan oleh Perseroan.
“Dengan penjualan dan peremajaan armada milik Perseroan diharapkan kegiatan operasional Perseroan akan menjadi lebih baik kedepan,” ujar Erizal.
Adapun berdasarkan nilai transaksi sebagaimana tersebut di atas, maka penjualan kapal tersebut bukan merupakan Transaksi Material sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
Sebelumnya Anak usaha perusahaan pelayaran PT Transcoal Pacific Tbk. (TCPI) yaitu PT Energy Transporter Indonesia (ETI) telah melakukan penjualan 1 unit Kapal pada tanggal 10 Oktober 2024.
ETI melakukan penjualan 1 unit kapal tongkang bernama ETI 801 senilai Rp6 miliar.
Lebih lanjut Erizal memaparkan Penjual adalah ETI, dan Pembeli adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia yang berkedudukan di Kota Cirebon, Jawa Barat.
Related News
Investasi Pribadi Presdir Rudy di Saham ASII, Belanjakan Rp20,2 Miliar
Kawasan Industri Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis Infrastruktur CDIA
Lepas Saham MPRO Senilai Rp474M, Taipan Ini Masih Kuasai 10,46 Persen
Dalam 13 Bulan Terus Lepas Saham, Bobby Gafur Tetap Pengendali OASA
UNTR Bagi Dividen Interim Rp430 per Helai, Pantau Jadwal Cum Dividen
DADA Beri Santunan Dividen, Total Rp2 Miliar, Per Helai Berapa?





