TRGU Siapkan Strategi Hadapi Dampak Kenaikan PPN 12 Persen
Pabrik milik TRGU
EmitenNews.com - PT Cerestar Indonesia Tbk (TRGU) berencana menaikkan harga jual tepung terigu jika kebijakan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen mulai tahun depan berdampak signifikan pada bisnisnya. Meski bahan pokok diklaim dikecualikan dari kenaikan PPN berdasarkan beberapa pernyataan pemerintah, manajemen tetap mempersiapkan langkah antisipasi.
CFO dan Corporate Secretary TRGU, Mulyadi Chandra, menyatakan bahwa penyesuaian harga jual akan menjadi pilihan terakhir jika kenaikan PPN tetap berlaku.
“Kalau terjadi peningkatan sebesar 1 persen, mau tidak mau kami akan passthrough ke end user atau ke market,” ujar Mulyadi dalam paparan publik virtual, Selasa (17/12).
Keputusan ini diambil untuk menjaga keberlanjutan bisnis di tengah tekanan keuangan yang dihadapi perseroan. Hingga September 2024, TRGU mencatatkan kerugian sebesar Rp12,2 miliar, yang sebagian besar disebabkan oleh fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Sekitar 85 persen bahan baku produksi perseroan masih bergantung pada impor.
“Tahun ini tren nilai tukar rupiah lebih buruk dibandingkan tahun lalu. Fluktuasi terjadi hampir setiap bulan, sehingga semakin memengaruhi biaya bahan baku kami,” tambah Mulyadi.
Di sisi lain, kebijakan PPN 12 persen dinilai berpotensi menekan daya beli masyarakat yang belum pulih sepenuhnya pascapandemi. Hal ini dapat berdampak pada penurunan penjualan TRGU di masa mendatang.
“Kami akan mencoba strategi procurement yang lebih baik untuk memformulasikan harga jual, agar tidak terlalu membebani konsumen dan tetap menjaga daya beli. Dengan begitu, dampak pada sales bisa diminimalkan,” jelasnya.
Langkah strategis ini menjadi bagian dari upaya manajemen TRGU untuk menghadapi tantangan tahun depan, sekaligus menjaga kinerja operasional tetap stabil di tengah dinamika ekonomi yang penuh tantangan.
Related News
Tambah Modal Anak Usaha, AMRT Gelontorkan Rp35 Miliar ke Lancar Wiguna
Bursa Efek Filipina Catat Kepemilikan Saham Pertamina NRE di CREC
Fundamental Solid, Kredit BBNI Melesat 16 Persen
Kinerja IOTF Solid, EBITDA Meningkat Dua Kali Lipat
Kuartal III 2025, Laba HEXA Terpangkas 12,36 Persen
Mumpung Drop, Pengendali IMPC Serok 51,88 Juta Lembar





