Tugas Baru Prajurit TNI, Nanam Kedelai, Jadi Guru Sampai Imam Masjid
:
0
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau salah satu Batalyon Teritorial Pembangunan. Dok. Kompas.
EmitenNews.com - Ini masa damai. Negara tidak sedang genting. Karena itu, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan, prajurit TNI dalam Batalyon Teritorial Pembangunan kini memiliki tugas baru. TNI Angkatan Darat menanam padi dan jagung. TNI Angkatan Laut (AL) akan memproduksi kedelai. Tidak itu saja. Aparat militer juga menjaga kamtibmas, menghidupkan Siskamling, selain bisa menjadi khatib, dan imam masjid.
“Kami sudah melakukan pembagian tugas, bahwa untuk Angkatan Darat tugasnya adalah pertanian, jagung, dan padi, selain palawija. Angkatan Laut adalah kedelai,” ujar Sjafrie Sjamsoeddin, dalam rapat Komisi I DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Ada alasan tersendiri mengapa produksi kedelai di Tanah Air penting melibatkan TNI AL. Selama ini, Indonesia mengimpor 2,5 juta ton kedelai dari luar negeri. Mirisnya, Sjafrie mendapat laporan, kedelai impor itu merupakan makanan ternak di luar negeri.
“Jadi, bisa dibayangkan, kita impor kedelai makanan ternaknya orang di luar. Sekarang, Angkatan Laut dengan dua kali panen, sudah mempunyai kualitas bibit kedelai, yang tidak ada lagi istilah makanan ternak itu,” ujar mantan Pangdam Jaya itu.
Kemenhan Kejar Target Indonesia jadi Produsen Kedelai
Dengan penuh semangat, Kemenhan akan mengejar target sampai Indonesia menjadi produsen kedelai. Untuk mendukung swasembada pangan ini, Kemenhan akan bekerja sama dengan Kementerian Pertanian, khusus untuk mencegah impor kedelai.
Sjafrie membeberkan, dalam Batalyon Teritorial Pembangunan yang akan dibentuk sampai 2029, terdapat banyak kompi di dalamnya. Di antaranya, seperti kompi pertanian, peternakan, medis, dan kompi konstruksi. Sasarannya, ikut mensukseskan
pembangunan di daerah.
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin juga menyebut prajurit TNI yang tergabung dalam batalyon teritorial pembangunan di setiap kabupaten itu, disiapkan untuk mendukung, dan menjalankan penguatan terhadap lingkungan sosial. Mereka juga bisa menjadi guru dadakan di sekolah-sekolah di desa.
Di kabupaten, di kampung-kampung, ada masjid, gereja, dan sedikit pura. Dalam satu batalyon terdiri atas 1.190 prajurit, dari latar berbeda. Ada lulusan pesantren hingga rohaniawan nonmuslim. Mereka bisa menjadi imam, dan khatib di masjid. Juga ada yang bisa menjadi pengkhotbah di gereja.
Related News
Polda Sulsel Ungkap ada 17 Tersangka Penimbun 18.905 Liter BBM Subsidi
Hari Ke-7 Pencarian Rombongan Jurnalis, Operasi SAR Harap Diperpanjang
BULOG Gandeng Wilmar Perkuat Bisnis Beras Premium di Ritel Modern
MTQ Nasional XXXI Jateng Diproyeksi Gerakkan Ekonomi Rp1,2 Triliun
Prabowo: Indonesia Siap Perkuat Ketahanan Pangan Dunia
Hari Ke-6 Basarnas Fokuskan Pencarian Jurnalis di Perairan Selatan GAK





