EmitenNews.com - PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI) membukukan kenaikan laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sepanjang tahun buku 2025. Hingga 31 Desember 2025, laba bersih tertakar sebesar Rp574,26 miliar, meningkat 22,94 persen dibandingkan Rp467,10 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan laba tersebut sejalan dengan pertumbuhan laba per saham dasar (EPS) yang menguat 23,08 persen menjadi Rp26,45 dari sebelumnya Rp21,49.

Berdasarkan laporan keuangan dari emiten CT Group itu yang terbit Selasa (24/2/2026), pendapatan bunga neto BBHI tercatat melonjak Rp1,44 triliun atau naik 29,73 persen dari edisi tahun 2024 sebesar Rp1,11 triliun. Pendapatan operasional neto juga ikut terkerek 69,19 persen menjadi Rp415,01 miliar dari Rp245,33 miliar.

Adapun, beban operasional lainnya naik 17,99 persen menjadi Rp202,97 miliar dari Rp172,02 miliar. Meski beban meningkat, kinerja BBHI tetap lancar hingga menelurkan laba sebelum beban pajak atau EBITDA tumbuh 23,06 persen menjadi Rp737,02 miliar dari Rp598,95 miliar.

Dari sisi neraca, total aset perseroan melonjak setinggi 32,12 persen menjadi Rp18,47 triliun per akhir Desember 2025, dibandingkan Rp13,98 triliun pada akhir 2024. Liabilitas juga meningkat signifikan 63,34 persen menjadi Rp10,96 triliun dari Rp6,71 triliun.

Beriringan dengan terbitnya pembukuan keuangan tahun penuh 2025 ini, pada perdagangan Selasa (24/2) saham BBHI tercatat ditutup menguat 1,78 persen naik 25 poin di level Rp1.430. (*)