Tunda Rombak Total Saham Indonesia, FTSE Russell Beberkan Data Ini
:
0
Ilustrasi FTSE Russell. Dok. Konteks.co.id
EmitenNews.com - Penyedia indeks global FTSE Russell baru saja (18/08) waktu setempat, mengumumkan keputusan untuk tetap melanjutkan pembaruan teknis terbatas bagi saham-saham terdaftar di Indonesia pada Tinjauan Indeks September 2026, sembari menunda perubahan segmen ukuran utama dan penambahan konstituen baru hingga setidaknya Desember mendatang guna mengevaluasi efektivitas reformasi pasar domestik.
Dua Sisi Reformasi: Pemicu Utama Evaluasi Pasar Modal
Langkah ini menyusul berbagai inisiatif yang diterapkan otoritas pasar modal Indonesia dalam memperkuat transparansi. Kebijakan regulasi tersebut mencakup kewajiban pengungkapan data kepemilikan pemegang saham di atas 1%, publikasi daftar Konsentrasi Kepemilikan Saham Tinggi (High Shareholding Concentration/HSC), serta peningkatan pelaporan klasifikasi investor.
Tetap Ada 'Pembersihan', Penyesuaian Teknis yang Tetap Jalan
Selama proses evaluasi terhadap reformasi pasar berlanjut, FTSE Russell tetap menjalankan sejumlah penyesuaian mekanis. Penyesuaian tersebut meliputi pembaruan rutin Industry Classification Benchmark (ICB), pembaruan jumlah saham kuartalan dengan batas toleransi (buffer) 1%, serta penurunan free float kuartalan.
Selain itu, FTSE Russell menegakkan penyiangan ketat (deletions) bagi saham yang gagal memenuhi saringan kelayakan indeks, seperti emiten yang mengalami suspensi berkepanjangan, kendala likuiditas, masuk radar pengawasan (surveillance screen), atau kapitalisasi pasarnya jatuh di bawah ambang batas keluar.
Vonis Keras Saham 'Langka', Ancaman 'Kick-Out' Efek HSC
Sebagai tindakan tegas yang berkaitan langsung dengan transparansi baru, emiten yang terkena peringatan konsentrasi kepemilikan saham tinggi oleh otoritas regulator, di mana saham beredar terkonsentrasi pada segelintir pemegang saham akan langsung dikeluarkan dari indeks pada harga pasar.
Penghapusan saham terdampak status HSC ini berlaku efektif mulai pembukaan perdagangan Senin, 21 September 2026. FTSE Russell menyatakan bakal memantau likuiditas saham-saham tersebut demi memastikan harga penghapusan dapat direplikasi secara akurat oleh pelaku pasar.
Pintu 'Upgrade' Terkunci, Rotasi dan Saham Baru Tertahan
Related News
Besaran Nilai Pajak Perlu jadi Pertimbangan Saat Beli Mobil Hybrid
Perkuat Jaringan Nasional, Citilink Terbangi 5 Kota Besar dari Bandung
Siapkan Rp223M, Toyota Astra FInancial Services Mantap Lunasi Obligasi
Perempuan Pengusaha Ultra Mikro Berhak Atas Kredit Bunga Flat 8 Persen
Upbit Indonesia Umumkan Head of Operations Baru, Siap Perkuat Konsumen
Harga Emas Antam dan Spot Dunia Naik Tiga Hari Beruntun





