EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi diperdagangkan cenderung menguat. Itu melihat bursa regional menghuni zona hijau. Selanjutnya, para pelaku pasar masih merespon data inflasi Indonesia terus mengalami tren perbaikan.
”Kami perkirakan Indeks bergerak pada rentang support 6.825, dan resisten 6.900,” tutur Alwin Rusli, Research Analyst Reliance Sekuritas Indonesia, di Jakarta, Rabu, 8 Februari 2023.
Secara teknikal, Indeks berada di tren kenaikan namun, tengah tertahan resistance sehingga ada potensi mengalami sideway pada area resistance. Beberapa saham memiliki potensi naik perdagangan hari ini antara lain CPIN, ANTM, ASSA, ICBP, HRUM, DMMX, dan MAPI.
Menyudahi perdagangan kemarin, Indeks menanjak 0,34 persen menjadi 6.862. Beberapa sektor menguat antara lain transportasi dan logistic 1,86 persen, consumer cyclicals 1,27 persen, dan consumer non-cyclicals 1,17 persen. Investor asing membukukan net buy di pasar reguler Rp179 miliar. Saham paling banyak dibeli investor asing di antaranya BBRI, ASII, dan GOTO.
Sementara itu, ketiga indeks utama bursa AS kompak menguat. The Fed mengomentari inflasi AS mulai mereda. Kondisi itu, membuat para pelaku pasar kembali optimistis terhadap ekonomi AS meski ada beberapa data ekonomi belum menunjukkan pemulihan.
Pagi ini, bursa Asia menyusuri zona hijau. Indeks Nikkei 225 menguat 0,33 persen, dan Indeks Kospi menanjak 1,10 persen. Pagi ini, Korea Selatan merilis data inflasi mengalami kenaikan di angka 5,2 persen. (*)
Related News
Citi Indonesia Garap Obligasi Global Danantara Senilai USD1,5 Miliar
IHSG Terbang ke 6.500, Saham Tambang hingga Big Banks Topang Transaksi
Wacana Harga Gocap Jadi Rp1, Ini Kata Analis
IHSG Siang (20/8) Terbang 1,47 Persen, Hampir Seluruh Sektor Menghijau
Efek IJEPA: Kuota Bebas Bea Nanas Naik, Saham Agro Siap Mejit
IHSG Meluncur Naik 1 Persen ke Level 6.458, Saham Emas Kompak Ngegas!





