UDNG Klaim Kinerja Berjalan Normal, Meski Aset Turun dan Kena Suspensi
Direksi PT Agro Bahari Nusantara (UDNG). Foto: UDNG
EmitenNews.com - Performa keuangan PT Agro Bahari Nusantara (UDNG) mencatatkan aset lancar mencapai Rp8,39 miliar pada tahun 2025, menurun signifikan dibanding 2024 sebesar Rp11,21 miliar.
Dari sisi aset biologis, terdapat peningkatan mencapai Rp4,16 miliar dibanding sebelumnya yang hanya mencapai Rp2,35 miliar.
Meski memperoleh pendapatan sebesar Rp21,6 miliar sepanjang 2025, UDNG mengalami rugi bersih sebesar Rp3,4 miliar.
Sementara untuk tahun 2026, hingga saat ini UDNG belum memperoleh kontrak atau pendapatan baru yang signifikan. Meski begitu, perseroan mengklaim merasakan sentimen positif imbas musim kemarau panjang (El Nino) yang memberikan intensitas cahaya matahari yang memadai untuk kestabilan Plankton serta proses fotosintesisnya dan kualitas sumber air laut.
"Kegiatan budidaya udang vannamei yang dijalankan perseroan saat ini masih berjalan normal dan tetap fokus pada kolam budidaya yang dijalankan anak usaha, yaitu PT Marina Bahari Sentosa," kata Vincent Lukito, Direktur Utama UDNG, dikutip Jumat (10/4/2026).
Berkaitan strategi UDNG di 2026, lanjut Vincent, perseroan terus aktif mencari pembeli udang baru, dengan mempertahankan sistem bidding dan memilih harga terbaik untuk meningkatkan pendapatan.
Selain itu, persaingan di pasar domestik pun masih terbilang rendah, tambah Vincent. Artinya, potensi keuntungan UDNG sebagai pengusaha udang vannamei cukup positif.
Kendati demikian, saham UDNG di perdagangan masih terkena suspensi oleh BEI sejak 7 April 2026, imbas frekuensi jual yang tinggi.
Pada perdagangan terakhir, saham UDNG ditutup di level Rp750, setelah terkoreksi 16,67 persen dalam sepekan dan merosot hingga 65,12 persen dalam satu bulan terakhir.
Related News
Dividen Final 2025 CMRY Rp100 per Saham, Recording Date 21 April
NIKL Bagikan Dividen USD292 Ribu, Setara 30 Persen Laba Minimalis
Pacu Pembiayaan Berkelanjutan, SMBC Indonesia (BTPN) Gandeng Pegadaian
Eksplorasi ARCI Habiskan Rp40 Miliar Lebih, Temuan Emas Masih Terbatas
Catat Penjualan Apik, Saham TCID Naik Perlahan
BEI Buka Peluang Cabut Suspensi MKNT, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi





