EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyudahi 2025 di zona hijau. Itu setelah pada perdagangan Selasa, 30 Desember 2025 menguat 2,68 poin atau 0,03 persen menjadi 8.646. Dengan hasil itu, secara year to date, indeks melejit 22,13 persen dari akhir 2024 di posisi 7.079.

Hasil itu, menempatkan indeks di posisi 3 besar Asean, 7 Asia Pasifik, dan 19 dunia. Kawasan Asia Tenggara, IHSG di bawah VN-Index Vietnam posisi pertama dengan lonjakan 38,53 persen, dan Straits Times Index STI Singapapura nomor urut dua dengan penguatan 22,91 persen. 

FTSE Bursa Malaysia KLCI Index berada di urethan empat dengan lonjakan 2,57 persen. Lalu, PSEi Index Philippines menyusul posisi ke lima setelah anjlok 7,29 persen, dan paling buncit dihuni SET Index Thailand drop 10,04 perssen. Sementara untuk kawasan Asia Pasifik, Kospi Korea menempati posisi pertama dengan lonjakan 75,63 persen.

Lalu, VVN-Index Vietnam melejit 38,53 persen, Hang Seng Hong Kong urutan ketiga dengan surplus 28,89 persen, Nikkei 225 Sepang harus puas di tangga ke empat dengan lompatan 26,18 persen, dan posisi lima ditempati TSE Weighted Taiwan setelah mengalami apresiasi 24,62 persen. 

Kospi Korea melengkapi kinerja apik dengan menempatkan diri sebagai indeks terbaik dunia, dengan duduk di posisi nomor wahid dengan lompatan 75,63 persen. Posisi kedua diamankan Tel Aviv Stock Echange 35 Israel dengan penguatan 53,33 persen, dan nomor tiga dikapling oleh MSCI Colcap Colombia dengan penguatan 52,81 persen. 

Di sisi lain, Tadawul All Share Index Saudi Arabia menjelma menjadi indeks dengan kinerja terburuk dunia setelah diterpangkas 13,61 persen. Posisi kedua terjelek dihuni SET Index Thailand dengan koreksi 10,04 persen, dan ketiga PSEi Index Philippines terperosok 7,29 persen. (*)