Walau beban pokok pendapatan membengkak 13,6 persen secara tahunan menjadi Rp49,985 triliun pada akhir Juni 2023. Tapi laba kotor tetap terangkat 13,2 persen menjadi Rp18,691 triliun.

 

Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan semester I 2023 dengan penelaahan terbatas emiten jasa pertambangan, tambang dan distributor alat berat grup Astra ini yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (25/8/2023).

 

Sementara itu, jumlah kewajiban bertambah 15,1 persen dibanding akhir tahun 2022 menjadi Rp58,641 triliun pada akhir Juni 2023.

 

Pada sisi lain, total ekuitas berkurang 15,7 persen dibanding akhir tahun 2022 menjadi Rp75,821 triliun pada akhir Juni 2023.