ANTM Raup Laba Rp7,2 Triliun, Telisik Ini Pemicunya
:
0
Contoh emas batangan hasil produksi perseroan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Aneka Tambang alias Antam (ANTM) mengemas laba bersih Rp7,2 triliun. Melejit 97 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp3,65 triliun. Menyusul hasil itu, laba per saham dasar meroket menjadi Rp299,98 dari sebelumnya Rp151,77.
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan Rp84,64 triliun, menguat 22,32 persen dari sebelumnya Rp69,19 triliun. Beban pokok penjualan Rp70,96 triliun, bengkak dari akhir tahun 2024 senilai Rp62,69 triliun. Laba kotor terkumpul Rp13,68 triliun, mengalami peningkatan dari akhir tahun sebelumnya Rp6,49 triliun.
Beban umum dan administrasi Rp3,57 triliun, bengkak dari Rp2,89 triliun. Beban penjualan dan pemasaran Rp1,71 triliun, mengalami pembengkakan secara signifikan dari Rp602,01 miliar. Laba usaha Rp8,39 triliun, melangit 180,6 persen dari Rp2,99 triliun. Penghasilan keuangan Rp414,39 miliar, susut dari Rp492,33 miliar.
Beban keuangan Rp167,1 miliar, terkoreksi dari Rp237,13 miliar. Laba selisih kurs Rp135,52 miliar, menciut dari akhir tahun sebelumnya Rp469,43 miliar. Bagian keuntungan entitas asosiasi Rp182,65 miliar, turun dari Rp689,71 miliar. Laba tahun berjalan Rp7,92 triliun, meroket dari Rp3,85 triliun.
Total ekuitas Rp36,59 triliun, mengalami lonjakan dari akhir tahun sebelumnya Rp32,19 triliun. Jumlah liabilitas tercatat Rp15,93 triliun, mengalami pembengkakan dari akhir 2024 senilai Rp12,32 triliun. Total aset Rp52,53 triliun, meningkat signifikan dari tahun sebelumnya Rp44,52 triliun.
Direktur Utama Antam Untung Budiharto menyebut capaian kinerja memperkuat posisi sebagai perusahaan pertambangan mineral terintegrasi berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang, mampu memberi kontribusi berkelanjutan bagi pemegang saham, pemangku kepentingan, dan pembangunan industri nasional.
"Kinerja operasional optimal menjadi kontributor utama dalam memperkuat kinerja keuangan perusahaan, didukung dengan pengelolaan keuangan prudent dalam menjaga soliditas struktur neraca, dan posisi keuangan. Itu tercermin pada capaian finansial solid didukung oleh kontribusi positif dari portofolio komoditas utama perusahaan," tegas Untung. (*)
Related News
Deretan Top Gainers di Tengah IHSG yang Merah, Apa Saja?
Komisaris Multitrend Indo (BABY) Borong 2,17 Juta Saham, Ini Sosoknya
Kinerja Memburuk, Tiga Pentolan Ini Lepas Jutaan Saham BYAN
Ironi Anggota Lawas MSCI, EXCL Berbalik Rugi 286 Persen Kuartal I 2026
Bali United Ternyata Ada Sahamnya, Kodenya BOLA
Pantau Saham dengan Dividend Yield Jumbo Mei 2026, Nyampe 20 Persen





