Bali United Ternyata Ada Sahamnya, Kodenya BOLA
:
0
Dua bintang hasil back to back tersemat di logo Bali United yang dijuluki sebagai Serdadu Tridatu. Foto: EmitenNews
EmitenNews.com - Perkembangan dunia sepak bola di Indonesia kian menarik dengan persaingan papan klasemen yang kian ketat menjelang dua pertandingan terakhir masing-masing klub. Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda saling menempel di dua papan tertinggi dengan poin sama.
Namun, dari persaingan tersebut, tahukan sobat emiten, bahwa ada satu klub yang justru tengah bersaing lebih ketat di papan klasemen lain, yakni di daftar emiten pasar modal Indonesia yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Klub itu adalah Bali United yang kini bertengger di posisi 8 klasemen dengan peroleh 45 poin. Sosok di balik kiprah klub dengan julukan Serdadu Tridatu itu adalah PT Bali Bintang Sejahtera Tbk atau dikenal dengan nama BOLA dalam kancah pertandingan klasemen saham.
Sejak didirikan pada tahun 2015, Bali United telah mengemas dua bintang yang tersemat di logonya dengan torehan catatan back to back juara liga pada tahun 2019/2020 dan 2021/2022.
Bertepatan di tahun yang sama Bali United didapuk jadi juara liga 1, mereka juga mencatatkan rekor sebagai klub sepak bola pertama Indonesia yang melantai di bursa dengan kode saham BOLA, tepatnya pada 17 Juni 2019.
Kala pertama melantai, saham BOLA diperdagangkan dengan harga penawaran perdana sebesar Rp175 per saham. Dan sepanjang periode perdagangan tahun 2025, sejak awal tahun hingga penutupan perdagangan 30 Desember 2025, saham BOLA diperdagangkan secara efektif tanpa terkena suspensi dari BEI.
Jika menilik pada kinerja saham dua tahun terakhir yakni 2024 dan 2025, kapitalisasi pasar BOLA terus mengalami peningkatan dengan jumla saham yang beredar sebanyak 6 miliar lembar saham.
Pada 2024, harga saham tertinggi sempat menginjak level Rp178 dengan titik terendah berada di level Rp74. Sementara pada tahun 2025, saham BOLA sempat menyentuh level tertinggi di Rp250 per saham, dan berada di titik terendah pada level Rp81.
Sedangkan jika melihat pada perdagangan terakhir di Rabu (13/5/2026), saham BOLA ditutup di level Rp167, melemah 1,76 persen atau turun 3 poin. Secara year to date, saham BOLA bergerak fluktuatif namun terpantau melemah 5,65 persen atau turun 10 poin.
Siapa Saja Pemilik Saham BOLA?
Related News
Pantau Saham dengan Dividend Yield Jumbo Mei 2026, Nyampe 20 Persen
Jadi Top Losers, Saham Grup Prajogo dan Emiten Big Caps Kompak Ambruk
JAST Dukung Penguatan Layanan 112, Kunci Kolaborasi Indonesia-Korsel
Indeks LQ45 Terperosok, Efek Rebalancing MSCI?
Siloam Hospitals (SILO) Tunda Pembagian Dividen, Ini Alasannya
Indocement (INTP) Ganti Direktur Anak Usaha PT Indomix Perkasa





