Ironi Anggota Lawas MSCI, EXCL Berbalik Rugi 286 Persen Kuartal I 2026
:
0
Manajemen XLSmart berfoto di depan logo baru perusahaan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - XLSmart Telecom (EXCL) per 31 Maret 2026 mengemas rugi Rp716,93 miliar. Longsor 286 persen dari episode sama tahun lalu dengan tabulasi laba sebesar Rp384,56 miliar. Dengan demikian, rugi per saham dasar dan dilusian Rp39 dari episode sama tahun lalu surplus Rp29.
Pendapatan Rp11,82 triliun, melejit 37,44 persen dari periode sama tahun lalu Rp8,6 triliun. Beban penyusutan Rp5,36 triliun, bengkak dari Rp2,87 triliun. Beban infrastruktur Rp3,41 triliun, bengkak dari Rp2,34 triliun. Beban interkoneksi dan beban langsung lainnya Rp1,18 triliun, menebal dari Rp949,96 miliar.
Beban gaji dan kesejahteraan karyawan Rp877,43 miliar, bengkak dari Rp514,95 miliar. Beban penjualan dan pemasaran Rp781,63 miliar, bertambah dari Rp389,44 miliar. Beban umum dan administrasi Rp162,99 miliar, menebal dari Rp83,88 miliar. Beban amortisasi Rp137,56 miliar, naik dari posisi sama tahun lalu Rp99,5 miliar.
Keuntungan dari penjualan dan sewa balik Rp35,3 miliar. Rugi selisih kurs Rp5,21 miliar, bertambah dari Rp4,91 miliar. Lain-lain Rp181,11 miliar, berbali dari rugi Rp21,38 miliar. Total beban Rp11,71 triliun, bengkak 61,74 persen dari Rp7,24 triliun. Biaya keuangan Rp987,19 miliar, naik dari Rp775,92 miliar.
Rugi periode berjalan Rp716,27 miliar, berbalik dari laba Rp388,23 miliar. Jumlah ekuitas Rp29,31 triliun, susut dari Rp30 triliun. Total liabilitas Rp82,53 triliun, berkurang dari akhir tahun lalu Rp85,3 triliun. Jumlah aset Rp111,85 triliun, menciut dari akhir 2025 senilai Rp115,32 triliun.
Personel Lawas MSCI
Performa negatif itu menjalar ke gerak saham. Sepanjang perdagangan Rabu, 13 Mei 2026, saham EXCL bertengger di level Rp3.030. Terpangkas 70 poin setara dengan 2,26 persen. Dalam durasi sebulan terakhir, saham EXCL terdilusi 130 poin alias 4,11 persen dari edisi 16 April 2026 di kisaran Rp3.160.
Selanjutnya, kalau dikalkulasi sejak awal tahun alias year to date (ytd) terkoreksi 720 poin selevel dengan 19,20 persen dari posisi 2 Januari 2026 sebesar Rp3.750 per lembar. Dalam tempo 52 Minggu terakhir, saham EXCL menyentuh level tertinggi Rp4.550, dan terendah Rp2.140 per eksemplar.
Performa negatif emiten pemilik kapitalisasi pasar Rp55,15 triliun tergolong ironis. Itu tidak merefleksikan perseroan sebagai personel lawas MSCI Small Cap Index. Tidak disangkal, pendapatan melonjak signifikan. Namun, perseroan gagal menyulap pendapatan ssebagai laba. Justru perseroan berbalik tekor.
Pemegang Saham
Related News
Bali United Ternyata Ada Sahamnya, Kodenya BOLA
Pantau Saham dengan Dividend Yield Jumbo Mei 2026, Nyampe 20 Persen
Jadi Top Losers, Saham Grup Prajogo dan Emiten Big Caps Kompak Ambruk
JAST Dukung Penguatan Layanan 112, Kunci Kolaborasi Indonesia-Korsel
Indeks LQ45 Terperosok, Efek Rebalancing MSCI?
Siloam Hospitals (SILO) Tunda Pembagian Dividen, Ini Alasannya





