EmitenNews - Seperti keyakinan banyak pihak, proses vaksinasi diperkirakan menjadi faktor penting dalam memulihkan ekonomi yang anjlok diterpa pandemi covid-19. Pemerintah optimistis dengan makin meluasnya vaksinasi di Tanah Air perekonomian akan segera melesat tajam.
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian, Iskandar Simorangkir, menyebut ekonomi Indonesia akan melesat tajam mulai kuartal III/2021.
"Pertumbuhan ekonomi ini akan terasa mulai terjadi di triwulan III ketika mulai banyak yang divaksinasi, dan semakin lama semakin meningkat terus untuk tahun 2022," katanya dalam sebuah webinar, Senin (22/3/2021).
Iskandar menyebut pemulihan ekonomi telah terasa sejak akhir tahun lalu seiring dengan makin berkurangnya tingkat penyebaran covid-19 dan pemberitaan tentang vaksinasi yang memberikan harapan di masyarakat.
Selain vaksinasi, faktor lain yang penting peranannya dalam mendorong pemulihan ekonomi untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi berkisar 4,5% hingga 5,3% pada tahun ini. Faktor itu antara lain tren dan kebijakan ekonomi yang menurutnya sudah berada dalam jalur yang tepat, setelah mengalami kontraksi 2,07% pada 2020. Upaya pemulihan ekonomi berjalan beriringan dengan penanganan pandemi covid-19 seperti pemberlakuan PPKM mikro.
"Kebijakan PPKM skala mikro di beberapa provinsi menunjukkan adanya tren penurunan kasus aktif covid-19. Apabila tren penurunan kasus terus berlanjut, pertumbuhan ekonomi juga akan melaju lebih cepat," lanjutnya.
Apalagi, pemerintah melakukan reformasi struktural untuk menarik lebih banyak investasi, terutama melalui penerbitan UU Cipta Kerja. Pemerintah saat ini sedang berfokus untuk mengeksekusi UU Cipta Kerja sehingga dapat segera berdampak pada perekonomian nasional.
"Dengan kombinasi antara aspek kesehatan dengan mendorong ekonomi dalam jangka pendek dengan fiscal spending, dengan reformasi struktural, ditambah [peningkatan] konsumsi maka diharapkan pertumbuhan kita bisa lebih tinggi," ujarnya.(*)
Related News
Ekonomi AS di Atas Ekspektasi, Ini yang akan Terjadi dengan Harga Emas
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp26.000 Per Gram
Tekan Defisit, Ini Saran Jitu Jusuf Kalla
Investasi Jepang, DPR Ingatkan Implementasi Lapangan
Tumbuh 79 Persen, Laba Bersih SeaBank Capai Rp678 Miliar pada 2025
Stok Melimpah, Beras Aman hingga 11 BulanĀ





