Vale (INCO) Sepakat Sebar Dividen USD34,65 Juta
Pekerja di tambang milik INCO
EmitenNews.com - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) sepakat untuk membagikan dividen tahun buku 2024 dengan total sebesar USD34,65 juta atau setara 60 persen laba bersih 2024.
Sepanjang 2024 INCO mencatat laba bersih sebesar USD57,76 juta atau sekitar Rp931,33 miliar.
Laba bersih tersebut anjlok 78,96% dibandingkan laba sepanjang tahun 2023 yang sebesar USD274,33 juta atau sekitar Rp4,22 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2024, INCO mencatat penurunan pendapatan ke level USD950,38 juta. Pendapatan INCO terkoreksi 22,87% dibandingkan dengan realisasi pendapatan sepanjang tahun 2023 di level Rp1,23 triliun.
Pelaksana Tugas Presiden Direktur dan CEO Vale Indonesia Bernardus Irmanto tidak mau merinci besaran dividen per saham. " Pokoknya kas kita cukup untuk membagikan dividen ke pemegang saham, paparanya usai RUPS Jumat (16/5) .
Dia mengatakan Vale memiliki rencana untuk mengeksekusi proyek pertumbuhan dan sangat berhati-hati dalam menghitung proyeksi kebutuhan kas ke depan.
"Tapi dalam mengeksekusi proyek pertumbuhan kami bisa mengefisienkan kapital. Jadi dari efisiensi itulah kemudian ada ruang untuk membayar dividen tanpa menimbulkan risiko untuk eksekusi proyek selanjutnya," kata Bernardus ditemui usai RUPS INCO di Jakarta, Jumat (16/5/2025).
Dia melanjutkan, di satu sisi saat ini INCO mengakui tengah berada dalam fase ketidakpastian dalam industri nikel dan pasar nikel. Akan tetapi, INCO ingin menunjukkan jika project excellence terjadi di INCO.
"Makanya kami mempunyai ruang kemudian untuk membayarkan dividen karena apa yang kami habiskan untuk proyek ternyata tidak sebesar yang kami rencanakan sebelumnya," ucapnya.
Related News
Dua Hari Beruntun, Pengendali WINR Lepas Ratusan Juta Saham Rp6,19M
Bank BJB Tawarkan Obligasi Rp932 Miliar, Bunga Hingga 6,25 Persen
Kepepet Utang! BAJA Minta Izin Rights Issue 1 Miliar Saham Baru
Pemegang Saham ATIC Setujui Right Issue, Terima Pengunduran Diri Jonan
KKGI Defisit 93 Persen Laba Bersih di 2025, Tersisa USD2,42 Juta
Direktur VTNY Milokevin Wendiady Mengundurkan Diri





