EmitenNews.com - Pada perdagangan hari ini, harga saham tujuh bank beraset besar tercatat anjlok di tengah kontinuasi tren penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), bahkan saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN)  ambrol hampir  menyentuh batas auto-rejection bawah (ARB).

 

Hingga pukul 13.50 WIB,  harga saham BBTN terpantau berada di level Rp1.240 atau melorot 6,77 persen dibanding penutupan kemarin. Namun Hingga penutupan perdagangan Selasa (10/1) saham BBTN berada di level Rp1.245 per saham atau turun menjadi 6 persen atau ambles Rp85 per saham. Adapun volume transaksi tercatat mencapai 1,7 miliar saham, frekuensi transaksi sebanyak 11.771 kali dan nilai transaksi sebesar Rp216,1 miliar.

 

Sepanjang tahun ini harga saham BBTN sudah mengalami penurunan hingga sebesar 8,15 persen yang melanjutkan pola koreksi sejak awal Desember 2022. Pada penutupan perdagangan 1 Desember 2022, harga saham bank pelat merah ini masih berada di level 1.484. Namun di tengah pelaksanaan rights issue atau perdagangan HMETD, harganya terus menurun.

 

Seperti diketahui, pelaksanaan right issue Bank BTN telah rampung dan mengantongi dana Rp4,13 triliun. Harga pelaksanaan rights issue BBTN ditetapkan pada harga diskon pada level 1.200 atau jauh lebih rendah dibanding harga di pasar reguler. Rights issue menawarkan sebanyak 3.444.444.413 saham baru Seri B bernilai nominal Rp500 per lembar.

 

Bahkan Taspen menyetor modal Bank BTN (BBTN) senilai Rp837,3 miliar. Itu sebagai tebusan right issue 697.755.998 helai alias 697,75 juta lembar. Harga pelaksanaan right BTN Rp1.200 per eksemplar.

 

Penurunan saham bank hingga penutupan Selasa (10/1)  BMRI -5 persen, BBRI -3 persen, BRIS -3 persen, BBNI -3 persen, BBCA -3 persen dan BNGA - 1 persen.