EmitenNews.com -PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) menargetkan penjualan sebesar Rp66 miliar dan laba bersih Rp660 juta pada tahun 2026. Perseroan menyiapkan sejumlah strategi untuk memperkuat kinerja usaha, mulai dari penguatan kemitraan pemasok, pengembangan jaringan distribusi, hingga inovasi produk pangan.

Komisaris Independen NASI, Toni Yoyo, menjelaskan bahwa perseroan akan memperkuat hubungan kemitraan dengan para pemasok guna menjaga stabilitas pasokan bahan baku dan mendukung keberlanjutan operasional. Langkah tersebut dinilai penting di tengah dinamika industri perberasan nasional yang masih menghadapi tantangan dari sisi harga bahan baku dan biaya operasional.

Selain itu, NASI akan memperkuat penjualan pada segmen beras umum, baik premium maupun medium, sebagai bagian dari sinergi dengan berbagai program pemerintah yang bertujuan memperbaiki tata kelola sektor perberasan nasional. Perseroan juga terus mendorong pertumbuhan pada segmen beras khusus dan beras sehat melalui inovasi produk, penguatan pemasaran, serta pengembangan jaringan distribusi yang lebih luas.

"Dalam upaya meningkatkan kinerja sepanjang tahun ini, kami berfokus memperluas basis pelanggan dengan melakukan ekspansi ke segmen pasar tradisional atau General Trade serta sektor horeka yang mencakup hotel, restoran, dan kafe. Perseroan juga menargetkan peningkatan penetrasi di segmen pasar modern atau Modern Trade yang selama ini menjadi salah satu kanal distribusi Utama," katanya, dalam acara Public Expose, di Jakarta, Jumat (5/6).

Di sisi internal, NASI berkomitmen meningkatkan efisiensi produksi dan operasional, memperkuat kualitas sumber daya manusia, serta meningkatkan penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG). "Strategi tersebut diharapkan dapat mendukung perbaikan profitabilitas dan daya saing perseroan di tengah persaingan industri pangan yang semakin ketat,"jelasnya.

Toni menambahkan, Perseroan juga mulai menjajaki peluang pengembangan usaha pada komoditas pangan baru di luar beras sebagai bagian dari strategi diversifikasi bisnis jangka panjang. Langkah ini diharapkan dapat membuka sumber pertumbuhan baru sekaligus memperkuat posisi NASI sebagai perusahaan pangan yang lebih terintegrasi.

Sebagai informasi, hingga kuartal I 2026, NASI membukukan penjualan sebesar Rp8,65 miliar dengan rugi bersih Rp645 juta. Pada periode yang sama, total aset perseroan tercatat Rp67,24 miliar dengan total ekuitas sebesar Rp55,80 miliar.