Wall Street Katrol IHSG
:
0
Indeks harga saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan sesi 2, Jumat 26 Juni 2026. Photo/Rizki EmitenNews.com
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup melemah 1,33 persen menjadi 5.863. Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih bergerak sideways di kisaran 5.800-6.000. Kalau IHSG ditutup di bawah level 5.800, maka berpotensi menguji support level 5.700, 5.650, dan 5.600.
Namun, kenaikan indeks Wall Street berpotensi mendorong IHSG rebound terbatas pada perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026. Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmen untuk terus menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah gejolak pasar keuangan global.
BI memastikan kehadiran secara konsisten di pasar keuangan guna menjaga mekanisme pasar berjalan baik, dan memastikan pergerakan Rupiah tetap berada dalam koridor fundamental. Intervensi dilakukan melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot, dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) pasar domestik.
Sementara itu, BI melaporkan nilai Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia naik menjadi USD459,3 miliar pada Agustus 2026, tumbuh 5,6 persen YoY, dan lebih tinggi dari Juli 2026 sebesar USD454,8 miliar. Kenaikan ULN itu, dikontribusi peningkatan ULN publik dari pemerintah dan bank sentral, di tengah penurunan ULN swasta.
Rasio ULN terhadap PDB sebesar 30,9 persen pada Agustus 2026, dan didominasi ULN jangka panjang. Kenaikan ULN berpotensi meningkatkan beban bunga, dan utang pokok harus ditanggung Pemerintah. Namun, dominasi ULN jangka panjang memberi ruang fleksibilitas pembayaran, dan mengurangi tekanan pelunasan dalam jangka pendek.
Berdasar data dan fakta tersebut, Phintraco Sekuritas menyarankan para pelaku pasar untuk menyerah sejumlah saham unggulan berikut. Yaitu, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP), Astra International (ASII), United Tractors (UNTR), Bank Negara Indonesia (BBNI), Bank Mandiri (BMRI), dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI). (*)
Related News
Baru Dibuka, IHSG Seketika Trading Halt 8% Usai Kronik MSCI
IHSG Terseret Arus Standalone Market
Mengapa MSCI Turunkan RI ke Standalone Market Bukan ke Frontier Market
Sediakan 70 Ribu Kuota, Kemnaker Buka Layanan MagangHub Jabodetabek
Jika Indonesia ke Standalone Market, Apa Dampaknya?
Prabowo Minta PLN Rombak Model Bisnis dan Pangkas Subsidi





