EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Kamis (23/12) diprediksi menguat. Itu menyusul lonjakan indeks bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street. Lalu, kekhawatiran investor terhadap penyebaran, dan dampak negatif varian omicron mereda.


Lonjakan IHSG hari ini, akan didukung kenaikan mayoritas harga komoditas. IHSG diprediksi bergerak menguat dengan support level 6.490, dan resistance level 6.570. ”Potensi IHSG untuk menguat sangat terbuka,” tutur Mino, Equity Analyst Indo Premier Sekuritas.


Kala IHSG hari ini menanjak, sejumlah saham laik beli antara lain PTBA support Rp2.670, resisten Rp2.730, BMRI support Rp7.000, resisten Rp7.175, INDF support Rp6.250, resisten Rp6.375, dan SCMA support Rp348, resisten Rp360. 


Pada perdagangan kemarin Wall Street kembali ditutup menguat. Dow Jones melesat 261 poin (0,74 persen) menjadi 35.754, S&P 500 surplus 47 poin (1,02 persen) ke level 4.697, Nasdaq naik 181 poin (1,18 persen) pada posisi 15.522, dan EIDO terkoreksi 0,04 poin (0,17 persen) ke level 23,05. 


Lonjakan Wall Street itu, seiring kekhawatiran investor akan penyebaran varian baru omicron mereda. Perolehan izin darurat obat Covid-19 produksi Pfizer untuk rumah juga turut menjadi tambahan sentimen positif bagi indeks. Itu juga setelah Presiden AS Joe Biden mendorong masyarakat melakukan vaksin Covid-29 ketiga (booster) karena terbukti efektif melawan varian baru.


Sementara itu, FDA memberi izin darurat penggunaan obat tablet produksi Pfizer untuk pengobatan pasien Covid-19. Pemberian izin itu, menandai pengobatan revolusioner, berbeda dengan sebelumnya. Obat Covid-19 itu, diperuntukan bagi pasien berumur 12 tahun ke atas dengan gejala ringan hingga moderat biasanya harus di rawat atau bahkan berujung kematian. (*)