Wall Street Loyo, IHSG Kian Menyala
IHSG sempat menjejak rekor tertinggi intraday pada perdagangan kemarin. FOTO - Rizki/EmitenNews
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin ditutup melemah. Itu seiring data nonfarm payrolls lebih baik dari ekspektasi gagal mengangkat konfidensi pasar. Setelah mengalami penundaan karena adanya government shutdown parsial, Biro Statistik Ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) akhirnya melaporkan data nonfarm payrolls edisi Januari 2026.
Pada bulan tersebut tercatat ada penambahan jumlah pekerja 130 ribu orang, jauh lebih tinggi dari sebelumnya 48 ribu, dan ekspektasi pasar sejumlah 55 ribu. Tingkat pengangguran turun menjadi 4,3 persen dari sebelumnya 4,4 persen. Pada awal perilisan, ketiga indeks sempat membukukan kenaikan namun kemudian secara perlahan berbalik melemah seiring turunnya probabilitas pemangkasan suku bunga acuan oleh The Fed.
Pelemahan indeks bursa Wall Street, dan aksi jual investor asing berlanjut diprediksi menjadi sentimen positif pasar. Sementara itu, lonjakan harga mayoritas komoditas berpeluang menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). So, indeks diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat.
Sepanjang perdagangan hari ini, Kamis, 12 Februari 2026, indeks akan menyusuri kisaran support 8.200-8.110, dan resistance 8.380-8.475. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham INCO, NCKL, ANTM, TLKM, MBMA, dan BRMS. (*)
Related News
BEI Buka Data Saham Kepemilikan Jumbo oleh Segelintir Investor (HSC)
Genjot Transaksi, KISI Promo Margin Bunga 3 Persen Gratis Pindah Saham
CIMB Niaga Sabet Most Trusted Financial Brand Awards 2026
IHSG Ambles 2,19 Persen Usai Reli Awal April, Sektor Ini Terjun Bebas
IHSG Sesi I (2/4) Berlanjut Turun 1,25 Persen ke 7.094
Jelang Long Weekend, IHSG Dibuka Anjlok ke 7.120





